Presiden Suriah Bashar Al-Assad (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan).
Damaskus, NewsMetropol – Presiden Suriah Bashar Al-Assad menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai provokator konflik antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
Dikutip Reuters, Selasa (6/10), bahkan Presiden Assad menuding Ankara terlibat untuk mengirim pejuang ke wilayah tersebut.
Sebelumnya Turki yang merupakan sekutu dekat Azerbaijan, telah membantah pengiriman tentara bayaran untuk membantu tentara Azerbaijan.
Sebagaimana diketahui wilayah Nagorno-Karabakh termasuk dalam wilayah Azerbaijan yang diakui secara hukum internasional namun telah diduduki Armenia sejak tahun 1990an.
“Dia (Erdogan) mendukung teroris di Libya, (dan) Dia adalah instigator utama dan pemrakarsa dari konflik baru-baru ini di Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia,” kata Assad.
Assad juga mengatakan bahwa militan dari Suriah dikerahkan dalam konflik tersebut.
Tuduhan menguatkan tuduhan pertama yang diutarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menuduh Turki mengirim tentara bayaran Suriah untuk bertarung di sana.
“Damaskus bisa mengkonfirmasi hal ini,” kata Assad tentang tuduhan tentang pejuang Suriah yang ambil bagian dalam perang itu.
(Red/Reuters)
