Baret

Prajurit Bataliyon 410/Alugoro saat melaksanakan tradisi pembaretan, Jumat (11/12).

Blora, NewsMetropol – Sebanyak 175 Prajurit Alugoro telah melaksanakan tradisi pembaretan di Puncak Bukit Waru Kabupaten Blora pada pukul 23.00 WIB., Jumat malam (11/1).

Danyonif 410/Alugoro Letkol Inf Irvan Christian Tarigan, S.I.P., saat pelaksanaan pengukuhan di atas Puncak Waru menyampaikan, bahwa pelaksanaan tradisi pembaretan ini bertujuan untuk memberikan rasa kebanggaan terhadap para pendahulu prajurit Alugoro yang telah berjuang demi nama baik Alugoro

“Selain itu pengukuhan sebagai prajurit Alugoro adalah bentuk rasa cinta terhadap jati diri Alugoro yang merupakan satuan pemukul Korem 073/Makutarama,” katanya.

Kegiatan pelaksanaan tradisi pembaretan dipimpin langsung oleh Danyonif 410/Alugoro beserta 175 peserta tradisi pembaretan. Star dalam pemberangkatan dimulai dari Asmil Mako Yonif 410/Alugoro pada pukul 14.00 WIB., dan tiba di Puncak Waru pada pukul 19.00 WIB.

Baca Juga:  Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Tradisi pembaretan ini merupakan warisan pendahulu-pendahulu yang harus dan wajib dilaksanakan oleh satuan Yonif 410/Alugoro, karena lambang Tugu Alugoro yang berdiri tegak di atas Puncak Waru merupakan simbol bahwa Alugoro berdiri tegak untuk menjadi prajurit yang dapat memberikan kebanggaan kepada Kodam IV/Diponegoro

Acara tradisi pembaretan diakhiri dengan kembali ke Mako Yonif 410/Alugoro pada hari Sabtu (12/1) pukul 06.00 WIB s.d. 10.00 WIB., yaitu dengan berjalan kaki serta bernyanyi bersama dengan penuh semangat dan suka cita.memperkuat pejuang untuk berbakti nusa bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menjaga kedaulatan.

(Ardi)

KOMENTAR
Share berita ini :