Jakarta, NewsMetropol – Bertempat di Mesjid Jami Al-Ihsan, Pondok Pesantren Salaf Al Ihsan Cakung Barat Jakarta Timur, pada Selasa 15 Juli 2020, Pondok Pesantren Salaf Al Ihsan pimpinan Kyai H. Ahmad Hifzillah melaksanakan acara Haul Almh. Nyi Hj Maryam Binti H Muhammad, Ibunda dari Ustadzah Siti Durroh Nafisah Istri KH Ahmad Hifzillah, atau Ibunda Mertua dari KH Ahmad.
Acara haul berlangsung khidmat dan khusyuk. Selain dihadiri ratusan santriwati, juga diikuti oleh kelompok-kelompok pengajian majelis taklim ibu-ibu se kecamatan Cakung Jakarta Timur. Haul yang dimulai pukul 08.00 itu telah dipenuhi oleh ratusan gabungan mejelis taklim ibu ibu beberapa menit sebelum acara dimulai.
Dengan seragam batik hijau tua motif bunga berbalut kerudung pink mereka terlihat anggun. Sejak pagi hari mereka berbondong bondong sejak memenuhi Masjid Jami Al Ihsan yang berlokasi di Jl Raya Tipar Cakung Jakarta Timur.
Diawali dengan pembacaan tahlil tahmid dan yasin, ratusan santri dan ibu ibu pengajian gabungan majelis taklim itu mengikuti dengan khusyuk. Lantunan suara dzikir tahlil dan tahmid yang merdu dari Hj Khodijah dan Hj Mauemunah membawa suasana sejuk dihati segenap peserta haul.
Usai dzikir tahlil dan tahmid, dilanjut dengan pembacaan maulid barzanji, dengan diiringi penampilan rebana dari majelis taklim ibu ibu Ponpes. Usai barzanji lalu di tutup dengan doa.
Sementara itu dalam tausiahnya di acara haul tersebut KH Ahmad mengatakan pentingnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya baik saat masih hidup apalagi ketika orang tua sudah meninggal.
“Orang tua yang sudah meninggal, di alam kuburnya itu sangat menanti nantikan doa dan amal jariah dari kaum muslimin utamanya dari sang anak,” ucap KH Ahmad Hifzillah.
Oleh karena itu seorang anak harus berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Karena ridho Allah itu tergantung dari ridho orang tuanya. Pak Kyai juga mengingatkan bahwa kita sebagai umat muslim haruslah beribadah hanya kepada Allah.
Usai memberikan ceramah haul, kepada sejumlah wartawan KH Ahmad Hifzillah mengatakan haul yang baru saja dilaksanakan itu adalah haul Ibunda Mertuanya bernama Nyi Hj Maryam Binti H Muhammad, yang telah almarhum tepat 18 tahun yang lalu.
“Haul ini kita laksanakan untuk memperingati meninggalnya almarhumah, agar kita yang masih hidup peduli kepada yang sudah meninggal. Karena mereka di alam kubur sana menunggu doa dan kiriman pahala dari anak-anaknya, dan kita yang mendoakan Insyaa Allah juga akan mendapat berkahnya,” ujar Kyai Ahmad didampingi anaknya, Ustadz Saukani.
Mengenang Ibunda Mertuanya Almh. Nyi Hj Maryam, KH Ahmad mengisahkan bahwa Alamarhumah adalah sosok yang rajin beramal jariyah. Setiap ke majelis-majelis taklim beliau pasti menyumbang, baik itu berupa uang maupun dalam bentuk materi lainnya.
Diakhir perbincangan, KH Ahmad meminta doa kepada seluruh masyarakat agar Pondok Pesantren yang dipimpinnya makin maju dan berkembang, serta mampu mencetak ulama-ulama ahlisunnah wal jamaah yang handal dan mumpuni.
(Baso Susanto)
