POLSEK NUNUKAN GELAR BHAKTI SOSIAL

Kapolsek Nunukan AKP M. Saleh Wahidi bersama Anggotanya merehab salah satu rumah milik warga bernama Jufri.

Nunukan, Metropol – Visi Jenderal Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia, yang ingin mewujudkan  Polri Promoter (Profesional Modern dan Terpercaya) ditindaklanjuti oleh semua jajaran Kepolisian tidak terkecuali di Beranda Utara NKRI yakni Polsek Nunukan. Oleh jajaran Kepolisian Sektor Nunukan, Visi dari Kapolri diterjemahkan dalam tindakan nyata dengan melaksanakan kegiatan bedah rumah bagi warga yang tidak mampu.

Kapolsek Nunukan AKP M. Saleh Wahidi kepada Metropol mengatakan, kegiatan bedah rumah yang dilakukannya adalah merupakan salah satu implementasi dari program Promoter Kapolri yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan semangat kegotong royongan.

“Karena itu pula kami bergotong royong melaksanakan bedah rumah guna embantu meringankan beban salah satu warga tidak mampu,” ujar Kapolsek Nunukan disela kegiatan bedah rumah, Sabtu (11/3) kemarin.

Baca Juga:  Kabag SDM Polres Bone Berikan Motivasi Kepada Siswa Latja di Sela Penerimaan Materi

Lanjut Saleh, untuk melaksanakan kegiatan bedah rumah terhadap salah satu warga kurang beruntung itu  pihaknya mengerahkan 25 personel.

“Termasuk dua polisi wanita dan ibu Bhayangkari yang ikut menyiapkan air minum dan makan siang,” kata Saleh lagi.

Senada dengan itu Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce, SIK melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Karyadi mengatakan bahwa, program bakti sosial yang digelar oleh Polsek Nunukan merupakan salah satu program unggulan dari Polres Nunukan.

Kata dia, pemilihan program bedah rumah sebagai program unggulan Polres Nunukan  karena banyak warga di wilayah Nunukan berlatar belakang TKI ataupun korban deportasi yang hingga saat ini tidak memiliki rumah layak huni.

Baca Juga:  May Day 2026, Kapolres Pekalongan Ajak Buruh Jaga Kondusivitas

“Jadi kegiatan sosial ini adalah semata-mata untuk membantu masyarakat miskin atau kurang mampu,” ujarnya.

Karyadi juga menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan oleh pihaknya merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat Nunukan, apalagi Kabupaten Nunukan merupakan daerah perbatasan yang menjadi tolok ukur kemajuan dari Indonesia

“Ini adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga kepedulian terhadap warga miskin atau kurang mampu perlu mendapat perhatian yang serius untuk mengantisipasi lunturnya wawasan kebangsaan warga negara,” jelas Karyadi.

Sementara itu, Jufri penerima bantuan bedah rumah kepada Metropol mengatakan, apresiasinya kepada Polri, terutama kepada Kapolri yang telah memberikan atensi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

“Terimakasih Bapak Kapolri, Kapolda dan Kapolres, Alhamdulillah akhirnya saya juga punya rumah yang nyaman ditempati,” ujar Jufri.

(Guntur DJ)

KOMENTAR
Share berita ini :