RantaiSapi

Kapolres AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH.SIK.MM.MH., bersama Kapolsek jajarannya saat demonstrasi penggunaan ranta sapi, Senin (14/1).

Lumajang, NewsMetropol – Kapolres Lumajang apelkan Kapolsek jajarannya dalam rangka mempresentasikan penerapan rantai sapi guna menekan angka pencurian sapi di Kabupaten Lumajang, Senin (14/1).

Pada apel tersebut para Kapolsek diwajibkan membawa rantai sebagai bentuk kesiapan masing-masing Kapolsek dalam mensosialisasikan program rantai sapi dan pembentukan komunitas rantai sapi.

Kapolres AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH.SIK.MM.MH., menyuarakan tentang penggunaan rantai sapi merupakan pengamanan yang bersifat perorangan atau tanggung jawab tiap pemilik sapi.

Konsep ini merupakan kolaborasi pemikiran dari Kapolres Lumajang serta IPTU Rudi selaku Kapolsek Gucialit, sehingga menghasilkan model rantai sapi yang fleksibel tapi sangat kuat, yaitu besi dengan tebal 10 mm, panjang 80 cm dan lingkar kepala yang mudah ditekuk supaya tidak sulit saat mengalungkan ke kepala sapi, sedangkan ujung lainnya di gembok di besi atau cor yang ditanam.

Baca Juga:  SIM Keliling Polres Bone Tetap Buka di Akhir Pekan, Layani Perpanjangan SIM Warga

Penjelasan dari Kapolres bertujuan agar para Kapolsek memahami bagaimana konsep penerapan rantai sapi tersebut, supaya para Kapolsek dapat membentuk komunitas kecil untuk diberikan informasi mengenai penerapan rantai sapi itu.

“Kita akan membentuk komunitas rantai sapi, komunitas ini sebagai wadah mengenalkan program penggunaan rantai sapi, seperti bagaimana cara membuatnya, berapa ketebalan besinya, dimana membelinya, termasuk wadah bertukar pikiran para pemilik sapi dalam upaya mengamankan hewan ternaknya. Rantai sapi ini sangat murah, hanya sekitar Rp 150 ribu,”  terang Arsal.

 

Arsal menjelaskan, bahwa rantai tersebut masih seri pertama,  pihak komuitas rantai sapi bisa memodifikasi untuk mengembangkan konsep rantai sapi agar lebih efektif dan efisien lagi, misal ketebalan rantai ditambah, polesan rantai atau bahan dasar yg digunakan dalam pembuatan rantai sapi tersebut.

“Nantinya inovasi-inovasi yg dikembangkan oleh tiap komunitas rantai sapi  tersebut dapat disebar ke komunitas  lainnya untuk memaksimalkan konsep rantai sapi ini,”  katanya.

Baca Juga:  Polda Banten Sosialisasi Layanan Call Center 110 kepada Masyarakat

Perlu diketahui bahwa konsep Sistem pengamanan yang dikembangkan oleh Kapolres Lumajang mempunyai 3 lapis pengamanan.

Lapis pengamanan pertama dengan penerapan pemasangan rantai besi setebal 10 mm ini berfungsi sebagai pengamanan secara perorangan untuk tiap tiap sapi.

Lapis pengamanan kedua yaitu penerapan sistem GASTER atau bisa disebut Garasi Ternak untuk mengkomulir ternak sapi yang dimiliki satu dusun dalam satu tempat untuk meningkatkan keamanan ternak masyarakat.

Lapis pengamanan yang ketiga yaitu membentuk Satgas Keamanan Desa yang terdiri dari beberapa sukarelawan warga yang bersedia menjadi anggota Satgas Keamanan Desa.

“Makin pusing tuh pencurinya, jika Satgas Keamanan Desa kecolongan masih ada GASTER yang mengamankan ternak, kalau GASTER ada celah masih ada rantai sapi yang sudah di pasang untuk tiap-tiap sapi, meski pencurinya sudah siap pasti susah untuk motong rantainya, saat susah payah motong rantai setebal 10 mm keburu digrebek warga yang berpatroli,” terang Kapolres.

(MP/PolresLumajang)

KOMENTAR
Share berita ini :