Screenshot_20251123_230419_WhatsApp
Penulis : Jamal Hengki | Editor : Widi Dwiyanti

MAKASSAR, NEWSMETROPOL.id – Pembagian kupon “Sembako Berkah” di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar memicu polemik setelah muncul dugaan bahwa kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai manuver politik menjelang pemilihan RT/RW.

Dugaan tersebut pertama kali disampaikan oleh seorang Pelaksana Tugas (PLT) RT yang mengklaim melihat langsung praktek tersebut dan merekamnya dalam sebuah video yang kini beredar luas.

PLT RT tersebut mengungkap bahwa dalam pembagian kupon sembako pada Jumat (23/11/2025), oknum Lurah diduga mengaitkan bantuan itu dengan kelompok warga tertentu.

“Dalam video, beliau bilang ‘ini orang saya dan ini kupon sembako’. Itu terjadi terang-terangan, dan tentu saja membuat warga bertanya-tanya,” ujar PLT RT.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan adanya politisasi bantuan yang sejatinya ditujukan untuk warga, bukan sebagai alat memengaruhi dukungan politik di tingkat lingkungan.

Baca Juga:  Dukung Swasembada Pangan, Bupati Fadia Salurkan Bantuan Besar untuk Petani Pekalongan

Menanggapi isu yang berkembang, Sekretaris Camat Tallo memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa pembagian kupon sembako sepenuhnya merupakan inisiatif lurah dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan pemilihan RT/RW di Kelurahan Buloa.

“Itu murni inisiatif Lurah. Tidak ada kaitannya dengan proses pemilihan RT/RW,” katanya.

Meskipun demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kontroversi, terutama karena rekaman video tetap memunculkan persepsi adanya keberpihakan.

Menjawab polemik yang berkembang, Lurah Buloa, Naz Alamsyah Wiradinata, S.E., memberi pernyataan resmi melalui video klarifikasi. Ia membantah adanya upaya membawa calon RT/RW tertentu dalam kegiatan pembagian sembako.

Naz menyatakan, bahwa ajakannya kepada para calon RT/RW selama ini murni untuk mendorong munculnya figur yang kompeten dan peduli terhadap warganya.

“Saya memang mengajak semua calon RT/RW yang kompeten. Kita butuh figur yang benar-benar ingin melihat warganya menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dukung Swasembada Pangan, Bupati Fadia Salurkan Bantuan Besar untuk Petani Pekalongan

Terkait kupon sembako, ia menegaskan bahwa itu merupakan sedekah pribadinya.

“Kupon ini atas nama kelurahan, tapi tidak ada nama calon mana pun. Rezeki saya kebetulan ada, jadi saya berbagi,” ujarnya.

Mengenai warga yang tidak kebagian, Naz menjelaskan, bahwa berkungkinan tidak terdata sedangkan kupon diberikan berdasarkan data penerima yang ada.

Meski Lurah sudah memberikan penjelasan, polemik kupon sembako di Buloa masih menjadi pembicaraan publik. Banyak warga berharap adanya pengawasan lebih ketat untuk memastikan proses pemilihan RT/RW berlangsung jujur, bersih, dan bebas dari intervensi kepentingan.

Isu dugaan politisasi bantuan seperti ini juga dipandang sebagai pengingat bahwa distribusi bantuan sosial harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan tidak bercampur dengan kepentingan elektoral di tingkat kelurahan.

KOMENTAR
Share berita ini :