Polda Sultra Nataru

Kapolda Sultra Brigjenpol Merdisyam, M.Si., didampingi Danrem 143/HO Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto usai uacara, Kamis (19/12).

Kendari, NewsMetropol  –  Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjenpol Merdisyam, M.Si., didampingi Danrem 143/HO Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto  memimpin upacara pada gelar pasukan Operasi Lilin Anoa 2019 dilapangan Bhayangkara Polda Sultra, Kamis (19/12).

Upacara tersebut dihadiri Kabinda Sultra Brigjen TNI Aminullah, Kepala BNNP Sultra Brigjen Pol  Imron Korry, Sekda  Sultra Laode Ahmad Pidana, Kajati Sultra, Ketua Pengadilan tinggi Sultra, Ketua DPRD, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna, Danlanud Haluoleo Kendari Wakapolda Sultra Forkopimda dan seluruh Pejabat utama Polda Sultra.

Dalam sambutan Kapolda membacakan amanat Kapolri, bahwa apel gelar pasukan di selenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia hari ini, karena oprasi lilin tahun 2019 merupakan oprasi Kepolisian yang akan dilaksanakan selama 10 hari mulai hari Senin tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari tahun 2020.

Baca Juga:  Kapolda Banten Ucapkan Selamat HUT ke-27 Kota Cilegon, Tekankan Semangat Kolaborasi dan Inovasi

Pengamanan operasi lilin jelang puncak Natal dan tahun baru terfokus pada 61.308 obyek di seluruh Indonesia, baik di Gereja maupun di tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan penyeberangan dan bandara.

Dalam pelaksanaan oprasi ini akan melibatkan 191.807 pengamanan gabungan yang terdiri atas 121.358 Polri, 17.190 personil TNI serta 55.259 personil yang berasal dari Instansi terkait antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Senkom dan instansi lainnya.

Sedangkan Polda Sultra sendiri melibatkan sebanyak 3187 personil diantaranya Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Polisi Pamompraja Jasaraharya, Senkom, Damkar, Dinas Kesehatan, ASDP/ADPEL, Basarnas, PMI dan BPBD.

Baca Juga:  Divkum Polri Gelar Penyuluhan Hukum Tentang KUHP dan KUHAP di Polda Sultra

Dalam Operasi Lilin ini mengedepankan tindakan Prefentif dan Preemtif di dukung dengan kegiatan Intelejen berupa deteksi dini dan deteksi asi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Berdasarkan prediksi Intelejen terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi yaitu; aksi terorisme, kejahatan konfesional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan tranportasi, sweping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial, tawuran, bencana alam, konfoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan dan pesta Narkoba ataupun minuman keras.

(Bahrun)

KOMENTAR
Share berita ini :