Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si., saat memberikan sambutan pada pertemuan dengan elemen masyarakat pada acara Coffe Morning, di Aula Mapolda Sulbar, Jumat (11/5).
Mamuju, NewsMetropol – Polda Sulbar kembali menggelar pertemuan dengan seluruh elemen masyarakat pada acara Coffe Morning, di Aula Mapolda Sulbar, Jumat (11/5).
Pertemuan itu dimaksudkan guna menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat Sulawesi Barat dalam upaya menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap kondusif.
Dalam acara tersebut, turut hadir para tokoh agama, tokoh politik, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dengan satu tujuan menyatukan persepsi dan tekad dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
Acara tersebut diisi dengan dialog, saran dan masukan dalam permasalahan kamtibmas di Sulawesi Barat khususnya menjelang pesta demokrasi agar situasi tetap kondusif.
Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si., dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah memenuhi undangan duduk bersama, bersimpu guna menjalin hubungan silaturahim dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
Menyikapi insiden di Rutan Brimob Kelapa Dua yang menggugurkan 5 personil Polri dari Densus Anti Teror 88, Kapolda mengharapkan doa dari seluruh masyarakat Sulbar agar seluruh arwah almarhum mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT.
Kapolda juga berpesan agar warga menjaga kondusifitas kamtibmas dengan menolak paham radikalisme, narkoba, berita hoax.
“Juga melestarikan nilai-nilai kearifan lokal khususnya bagaimana menyikapi pilkada yang demokratis demi mewujudkan pemimpin yang amanah, jujur dan adil,” ujarnya.
“Terkait dengan nilai-nilai kearifan lokal memang harus menjadi perhatian agar tidak hilang seiring perkembangan budaya luar dan tekhnologi,” imbuhnya.
Menurut Kapolda, menjaga dan memelihara stabilitas kamtibmas, memang perlu peran serta seluruh pihak dengan terus menggalakkan kegiatan tang bernilai agama seperti mengunjungi tempat-tempat ibadah.
“Karena saya yakin apapun yang bangun melalui tempat ibadah maka akan baik jadinya,” tutur Kapolda.
Kapolda menegaskan bahwa narkoba di Sulbar tidak akan pernah memberi tempat bagi pelaku tanpa pandang bulu.
“Siapapun orang tuanya apapun instansinya akan ditindak dengan tegas.
Di Polda Sulbar sendiri sudah 5 anggota yang dipecat karena teribat narkoba,” terangnya.
Kapolda berharap melalui kegiatan ini menguatkan sinergitas semua pihak sehingga tercipta kamtibmas yang tetap kondusif di Sulawesi Barat.
(Kamal/Humas Polda Sulbar)
