Personel Polda NTB saat membagikan sembako kepada masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Selasa (16/10).
Mataram, NewsMetropol – Sebanyak sepuluh personel Polda NTB diberangkatkan menuju Palu (Sulteng) dengan membawa misi kemanusiaan untuk warga yang terdampak gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.
Pasukan tersebut di pimpin oleh AKBP Hasrifuddin SIK membawa bantuan berupa sembako, obat-obatan serta tenaga medis, Selasa (16/10).
Tim Polda NTB masih bekerja menyalurkan bantuan berupa sembako, obat-obatan dan tenaga untuk warga yang terdampak gempa di Palu.
AKBP Hasrifuddin menjelaskan, Aksi sosial di lakukan meski wilayah kami juga terdampak gempa beberapa waktu lalu, diantaranya yang kami sedang membantu menyalurkan sumbangan dari relawan lainya untuk warga Palu.
Sudah hampir dua pekan Tim Polda NTB, turun ke lokasi bencana Palu,Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Salah satu anggota Polda NTB, Bripka Samsul Bukhari yang sudah lebih dulu berada dilokasi bencana gempa dan tsunami Palu, melalui pesan singkat SMS menyatakan pihaknya, saat ini masih focus membongkar rumah warga yang roboh, akibat diterjang gempa dan tsunami yang terjadi belum lama ini.
“Kami membantu membongkar rumah warga yang roboh, mengajar mengaji. Kebetulan dari kami ada yang bisa mencukur, kita bantu memotong rambut warga masyarakat secara gratis,” tulis Bripka Samsul Bukhari melaluli pesan singkat.
Samsul menceritakan, sementara ini situasi di Sulawesi Tengah dalam keadaan aman saat ini mereka berada di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang merupakan wilayah tempat terakhir tanah yang mengalami fluktuasi.
Selain itu, tim juga melaksanakan kegiatan rutin Trauma Healing dan mengajarkan baca Alqur’an kepada anak-anak di Desa Langaleso dengan metode Iqro.
Warga disini membutuhkan beberapa bantuan yang sifatnya segera, seperti terpal, sembako dan terutama obat-obatan, karena disini sudah masuk musim hujan, jadi banyak warga yang diare, katanya.
Masyarakat Palu Sigi dan Donggala, membutuhkan uluran tangan dari saudara-saudara yang ada di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di NTB.
(Rahmat)
