Personil Polda NTB saat mengevakuasi korban tanah longsor akibat gempa di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Ahad (17/3).
Mataram, NewsMetropol – Lombok kembali di guncang dengan kekuatan 5,8 SR yang berpusat di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Ahad (17/3).
Gempa tersebut dirasakan sampai dengan Pulau Sumbawa dan Bali dengan kedalaman 19 km pada koordinat 8.30 Lintang Selatan dan 116.60 Bujur Timur.
Lokasi gempa terletak 24 km Timur Laut Lombok Timur, 36 km Timur Laut Lombok Utara, 37 km Barat Laut Pulau Panjang dan 63 km Timur Laut Mataram. Disusul gempa kedua pada pukul 14.09 Wita pada 8,51 Lintang Selatan dan 116,49 Bujur Timur di kedalaman 10 km.
Gempa bumi yang terjadi mengakibatkan tanah longsor di jalur obyek wisata air terjun Tiu Kelep Dusun Batukoq Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara dengan korban sementara yang terdampak akibat gempa bumi dan tanah longsor tersebut sebanyak 3 orang meninggal dunia 24 orang terdiri dari 2 WNA asal Malaysia dan 1 penduduk sekitar,
2 korban meninggal sudah dievakuasi dan saat ini ada di RS Tanjung, 1 korban meninggal masih belum dapat dievakuasi karena tertimbun bebatuan, cuaca dan hari mulai gelap serta beresiko maka evakuasi sementara dihentikan dan dimulai lagi pada esok pagi hari.
Sedangkan di Kecamatan Montong Gading Lombok Timur tidak ada korban meninggal dunia, hanya 30 orang mengalami luka-luka dengan total kerusakan rumah dan masjid pada 8 desa sebanyak 3840 unit terdiri dari 869 unit rusak berat, 950 unit rusak sedang, 2021 unit rusak ringan.
Kapolda NTB Irjen Pol Drs Achmat Juri M.Hum melalui Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama S.IK menjelaskan, bahwa Polda NTB beserta jajaran berupaya membantu evakuasi korban dan menolong masyarakat yang tertimpa musibah ini.
Kabid Humas Polda NTB melanjutkan, bantuan segera datang dari 50 peronil Satbrimob Polda NTB bersama 25 personil Basarnas, 10 anggota Koramil Bayan, 9 anggota Yon Zipur 9 Divisi 1 Kostrad, 5 anggota Korem 162/WB, 40 anggota Yon 742, 15 anggota BPBD dan masyarakat sekitar di Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur 1 Kompi Brimob Polda NTB serta 1 Peleton personel Satuan Sabhara Polres Lombok Timur.
“Sebagian besar korban sudah dievakuasi, belum ada laporan yang terjebak sampai saat ini. Evakuasi terhadap 1 korban yang sempat terlihat tertimbun batu dan material longsor sementara dihentikan. Data sementara sebanyak 23 orang saat ini masih berada di RS Tanjung dan Puskesmas Desa Bayan,” jelasnya.
Adapun korban meninggal bernama Tomy (14) warga Desa Senaru dan Tai Sieu Kim (56) wisatawan Malaysia, sedangkan Lim Sai Wah juga wisatawan Malaysia belum dapat dievakuasi.
Rencana besok pagi akan dimulai evakuasi kembali dan pencarian bila ada korban lainnya bersamaan dengan normalisasi jalan yang tertimbun. Korban selamat yang berhasil dievakuasi Kebanyakan adalah wisatawan asing diantaranya Pang Kim Foo (56), Tancing (62), Wong Siu Win (56), Teoh Zehmg Yei (20), Phua Poh Guax (57), Koks Shao (60), Lim Sai Bang ( 56 ), Phang Ten Fan (56), Lim Ching Kau (62), Phu Phoh Goot, Sheu Peak Can, How Geoklan (56), Che Lee Iye, Pi Saiba,” jelas AKBP H. Purnama SIK.
Lebih lanjut AKBP Purnama menjelaskan, korban selamat WNI yaitu atas nama Upik (6) dari Senaru dan Sumawi (30) dari Bayan Lombok Utara, Warga Gunung Sari Mataram Riska Tanwir (19), Reza Alfian (20), Kania pratiwi (20), Burit Antariksa (17) dari Lombok Timur, Lalu Arga Dimas( 18) dari Lombok Timur.
Menyikapi kejadian darurat tersebut, Gubernur NTB dan Kapolda NTB ikut serta dalam proses evakuasi korban Situasi dapat dikendalikan oleh pihak Pemerintah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya beserta masyarakat bahu membahu menangani bencana alam ini. Masyarakat agar tidak khawatir akan terjadinya tsunami dan bencana susulan.
“Upaya yang sedang kami lakukan antara lain melakukan pengecekan daerah terdampak, membantu/evakuasi korban bersama-sama masyarakat serta mengirimkan pakaian, bahan makanan dan minuman,” tandasnya.
(Rahmat)
