IMG-20240529-WA0060
Reporter : Mustaqim | Editor : Widi Dwiyanto

PASANGKAYU, NEWSMETROPOL.id – Kunjungan Kerja PJ. Gubernur Sulawesi Barat di Kabupaten Pasangkayu dengan agenda melakukan penanaman 200 bibit pohon sukun.

Kegiatan ini berlangsung di Pasar Smart Pasangkayu dan dihadiri oleh, Sekprov Sulbar, Para Kepala Dinas Daerah Provinsi Sulbar, Setda Pasangkayu, DPRD Pasangkayu, Para Asisten, Para Kepala OPD, Para Kabag, Camat Serta Para Kepala Desa.

Setelah selesai melakukan penanaman, Pj. Bahtiar Baharuddin menyampaikan beberapa hal terkait komuditi pohon sukun dan pembangunan di Sulbar.

“Hari ini saya dan pak Sekda dengan tim provinsi berada di Kabupaten Pasangkayu dalam rangka penanaman pohon sukun. Ini pohon sukun hendak saya jadikan komuditi tambahan di Sulbar.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

Oleh karenanya harus dipastikan komuditi ini menjadi komuditi nasional kita atau komuditi terbaik yang Indonesia miliki.

Harapan masyarakat begitu sangat tinggi tetapi kita harus akui bahwa di usia Sulbar yang ke-20 tahun ini, kemajuannya sangat cepat, sangat luar biasa. Akan tetapi warga kita maunya lebih cepat lagi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa daerah kita ini masih terisolasi untuk wilayah Sulawesi, adapun bukti terisolasinya yaitu penerbangan kita itu hanya tiga kali dalam seminggu, dan kita juga harus membangun akses laut.

Kunci sebuah daerah itu terdapat dua akses utamanya, sehingga bisa terkoneksi di daerah lain. Pertama, jalur udara itu bagaimana sehingga terakses pada seluruh daerah kawasan maupun seluruh dunia; dan Kedua, akses lautnya itu harus punya pelabuhan representatif.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

“Jadi ini akan saya prioritaskan, saya akan segera usulkan pembangunan pelabuhan belang-belang, itu akan jadi Program Strategis Nasional (PSN) dalam rangka mendukung IKN. Ini akan menjadi peluang kita, karena Sulbar ini merupakan penyangga utama IKN terdekat,” katanya.

Provinsi terdekat itu ada dua, yaitu Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Maka dari itu harus dipastikan pelabuhan kita representatif supaya pelabuhan ini bisa melayani arus logistik di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

KOMENTAR
Share berita ini :