Penulis : Efraim Baitanu Fan | Editor : Febry Ferdyan
NTT, newsmetropol.id – Tak tertandingi anak mantan Kades Bena dari Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Almarhum L. B. Nabuasa yang menjabat seumur hidup dan juga merupakan Panglima Raja di Amanuban Selatan, kini anaknya mengungguli pertarungan pemilihan Kepala Desa Pollo dengan perolehan suara selisih bagaikan langit dan bumi antara kandidat yang satu.
Pada penetapan panitia tentang perhelatan proses pemilihan Kepala Desa Pollo panitia menetapkan dua nama kandidat yang bertarung pada proses pemilihan Kepala Desa serentak pada Rabu (01/12/2021) kemarin, yakni nomor urut 01 Chornelis Kitu dan nomor urut 02 Nope Jorhans D. I. Nabuasa yang merupakan putra sulung dari Panglima Raja L. B. Nabuasa almarhum.
Pada proses pemilihan kemarin berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Pollo sebanyak 2.587 pemilih yang menggunakan hak suara sebanyak 1.926 pemilih dengan total suara sah. Kandidat nomor urut 01 Chornelis Kitu mengantongi sebanyak 373 suara sah sedangkan nomor urut 02 Nope Jorhans D. I. Nabuasa mengantongi sebanyak 1.488 suara sah, kemudian suara tidak sah sebanyak 62 surat suara dan abstein sebanyak 3 surat suara.
Emu Seko salah satu warga Desa Pollo yang merupakan tim sukses dari kandidat nomor urut 02 ketika di wancarai, Kamis (02/12/2021) tadi pagi, mengatakan, bahwa selisih perolehan suara dua kandidat calon Kepala Desa pada proses pemilihan kemarin boleh dikatakan selisih perbandingan langit dan bumi karena tidak tipis perbedaannya, hal itulah yang membuat masyarakat sangat kagum.
Pasalnya menurut Emu Seko, bahwa kandidat nomor urut 02 merupakan penguasa tuan tanah dan anak panglima raja di banding dengan kandidat nomor urut 01 merupakan warga suku rote pendatang.
“Sama dengan saya, dulu orang tua saya datang dari Mollo dan tinggal di Desa Pollo, namun saya harus jujur, saya orang pendatang dari Suku Mollo sehingga tidak heran apapun yang terjadi pertarungan ini di menangkan oleh penguasa kampung dengan perbedaan selisih suara sangat jauh seperti langit dan bumi,” tandasnya.
Dijelaskannya, bahwa Usi sebutan orang suku timor yaitu (Raja) Nope Nabuasa yang memenangkan pertarungan pemilihan kepala Desa Pollo kesehariannya menurut penilaian masyarakat, dia merupakan orang yang sangat tenang, merangkul dan suka membantu masyarakat saat keadaan susah dalam berbagai persoalan, sehingga kami masyarakat sudah bertekad untuk memilihnya menjadi kepala desa dan dia pantas memimpin Desa Pollo.
Sementara itu Kepala Desa terpilih Nope Jorhan D. I. Nabuasa ketika dimintai tanggapannya mengatakan, bahwa pihaknya akan merangkul yang kalah untuk bekerjasama membangun Desa Pollo.
“Karena bagaimanapun dirinya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari orang lain yang tidak terlepas dari dukungan kandidat yang kalah,” ujarnya.
Terlepas dari itu dirinya berharap dukungan masyarakat dalam berbagai segi, untuk memajukan Desa Pollo lebih sesuai visi dan missi yang diajukan saat mendaftar sampai pada saat kampanye, sehingga dirinya bekerja sesuai rambu yang tercatat dalam visi dan misi.
Dengan demikian dirinya menguraikan visi dan misi yang memenangkan dia sebagai berikut. Dalam visinya yaitu mewujudkan Desa Polo yang maju, berprestasi, berbudaya kreatif, dan berdaya saing melalui peningkatan sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam yang memadai dan maksimalkan secara ekonomi yang memiliki kepedulian sosial bagi kepentingan masyarakat demi mendukung peningkatan pembangunan bagi masyarakat berdasarkan kultur budaya daerah setempat.
Sedangkan misinya yaitu meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik efektif, efesien, dan transparan, meningkatkan profesionalisme pelayanan publik, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa, melanjutkan program-program pemerintah desa terdahulu yang belum dilaksanakan untuk dikerjakan sesuai prosedur pemerintahan yang berlaku, meningkatkan pelayanan pemerintah yang jujur berwibawa dan profesional, meningkatkan potensi sumber daya manusia melalui seni budaya dan olah raga, meningkatkan potensi pertanian, peternakan, serta sumber daya alam yang semakin maju dan kompleks.
“Dari visi dan misi yang dipaparkan tentunya kami jadikan sebagai dasar pijakan demi kemajuan sebuah daerah,” pungkasnya.
