IMG-20200114-WA0063

Pj. Sekda Barru, DR. Abustan, saat memberikan sambutan pada pembukaan monitoring SAIIG, digedung Bappeda kabupaten Barru, Selasa (14/1).

Barru, NewsMetropol – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Barru dibawah kepemimpinan Suardi Saleh-Nasruddin ditunjuk menjadi tuan rumah rapat monitoring dan evaluasi program sanitasi Australia-Indonesia Infrastruktur Grants for Sanitation (SAIIG).

Rapat evaluasi dan monitoring yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diikuti enam kabupaten/kota di Sulsel. Masing-masing, Kota Makassar, Enrekang, Sidrap, Luwu Utara, Soppeng, dan Barru. Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat Bappeda Barru, Selasa (14/1).

Pj Sekda Barru, Dr Abustan, menyampaikan terima kasih kepada kementerian dan balai prasarana pemukiman Sulsel yang telah menjadikan Barru sebagai tempat untuk rapat evaluasi lintas kabupaten/kota.

Baca Juga:  Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim

“Baru pertama kali ada program yang sifatnya nasional diselenggarakan dan dibahas di kabupaten (Barru),” kata Abustan yang memberikan sambutan mewakili Bupati Barru Suardi Saleh.

Di depan perwakilan kementerian, dan peserta rapat, Abustan menyampaikan komitmen pemerintah kabupaten (Pemkab) Barru untuk mendorong program sanitasi. Apalagi tujuan dan manfaatnya sangat jelas bagi masyarakat umum.

“Kami terus berkomitmen mendorong sanitasi secara massif, sinergis dan komprehensif. Termasuk bagaimana masyarakat kita utuh dalam memahami sanitasi,” tambah eks Kepala Dinas Pendidikan Barru ini.

Selain itu, Abustan melaporkan mengenai perkembangan penanganan bencana alam, termasuk kronologis jatuhnya satu korban jiwa saat banjir melanda beberapa kecamatan, pada Minggu (12/1) lalu.

Baca Juga:  Miris! Karhutla Ussu Hanguskan Ratusan Juta Hasil Petani, Anggaran Penanganan Dinilai Tak Sebanding Dengan Ancaman

Begitu pun menggambarkan posisi strategis Barru, serta penduduknya 60% adalah petani/nelayan.

(Ahkam/Humas Barru)

KOMENTAR
Share berita ini :