Personel TMMD Ke 102 Kodim 0820/Probolinggo saat bersama warga dan rumah yang telah dipersiapkan di Dusun Guding Desa Wedusan Kecamatan Tiris, Probolinggo.
Probolinggo, NewsMetropol – Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0820/Probolinggo Kapten Kav. Nasrokin mengatakan selama pelaksanaan kegiatan TMMD, seluruh anggota TNI yang terlibat dalam kegiatan tersebut akan bermalam di rumah warga.
Oleh karena itu kata dia, rumah-rumah warga tersebut, ditinjau dan dimintai restu agar pemilik rumah bisa tinggal bersama anggota TNI, Selasa (19/6).
Kata Nasrokin, jumlah rumah yang ditempati kurang lebih 14 rumah dan semuanya berada di RT 07 RW 02 Dusun Guding Desa Wedusan Kecamatan Tiris.
“Walaupun rumah warga dalam satu RT, bila melihat penyebaran warga maka rumah-rumah itu tersebar karena pendirian rumah di Wedusan tidak seperti perkotaan yang berderet penuh dengan rumah namun berpencar antara dalam kelompok dua atau lima rumah,” terangnya.
Pasiter menyebutkan bahwa rumah warga yang rencananya ditempati adalah milik Jumar, Sumarno, Hani, Mulyadi, Agus Dulkamid dan Sukir.
Lanjutnya, rumah lain dalam lingkungan RT yang sama yaitu rumah milik Surip, Sibar, Budi, Kadir, Sahe, Pardi dan Sakim.
“Mulai jauh-jauh hari pula kita sudah komunikasi dengan warga disaat perintisan rencana TMMD lewat Danramil,” tambah Kapten Nasrokin.
Nasrokin menuturkan bahwa penempatan anggota tidak seperti dulu lagi dengan mendirikan tenda dan memasak sendiri.
Dia berharap setiap prajurit yang tinggal di rumah warga bisa lebih mendekatkan diri dengan warga tersebut walaupun dalam tingkat keluarga.
“Ada ikatan emosional bila anggota TNI ini berperilaku baik maka tidak menutup kemungkinan hubungan itu seperti keluarga,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, menyatunya prajurit dengan rakyat merupakan salah satu tujuan pelaksanaan TMMD.
“Tidak pas bila anggota tinggal di tenda seakan ada jarak antara TNI dengan masyarakat. Padahal kita ini harus bisa merakyat dan keberadaan kita memang untuk rakyat,” jelasnya.
Lebih jauh dia mengatakan bahwa para pelaku TMMD ini sudah dibekali uang makan dan biaya makan anggota akan diberikan kepada pemilik rumah.
‘Bila memasak banyak tentunya akan lebih ekonomis sehingga kelebihan biaya masak itu menjadi keuntungan bagi pemilik rumah. Rencananya dalam satu rumah akan diisi oleh delapan sampai dengan sepuluh anggota dan tentunya mereka akan tiba satu atau dua hari sebelum acara pembukaan yang langsung akan ditempatkan ke rumah warga,” pungkasnya.
(Fri)
