20200522_161028

Jakarta, NewsMetropol – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Generasi Z Indonesia (GENZI) menggelar deklarasi melalui virtual zoom meeting, Rabu (20/5).

Deklarasi yang dilakukan di tengah situasi bangsa yang sedang berperang melawan wabah Covid19 tersebut diikuti oleh sekira 200 anak-anak muda Generasi Z (Generasi kelahiran tahun 1995-2010 red) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh tanah air.

Selain itu deklarasi yang juga dihadiri beberapa siswa Sekolah Menengah tersebut juga didukung para pakar, akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai disiplin ilmu, lintas budaya, lintas agama dan lintas profesi.

Ketua MPR RI, H. Bambang Soesatyo mengatakan bahwa, GENZI sebagai anak biologis Pancasila wajib berintegritas tinggi, unggul berbasis budaya Indonesia, tidak luntur karena infiltrasi asing atau akulturasi.

“Menyitir perkataan Ki Hajar Dewantoro : Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Setiap generasi harus saling mendukung dan menyemangati agar terbentuk jembatan peralihan dari generasi satu ke generasi berikut,” ujar Politisi Golkar itu.

Senada dengan itu Ketua Dewan Pelindung GENZI, Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna yang menyebut dirinya sebagai Yold (Young and Old red) menekankan 3 hal penting sebagai landasan GENZI.

Ketiga landasan itu menurut dia adalah; spiritualisme, nasionalisme dan enterpreneurship.

“Inti nasionalisme 4 pilar yakni UUD 45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harus menyentuh sampai ke kalbu hati yang paling dalam (little brain heart), bukan hanya pada logika,” ujar Wakapolri 2011-2013 itu.

Sedangkan Dewan Penasehat GENZI Ary Ginanjar Agustian mengaku merasa bangga dan mengapresiasi deklarasi GENZI tersebut.

Menurutnya founder ESQ Leadership Center itu, ibarat sebuah rumah, generasi ini harus mempunyai 4 pilar sebagai fondasi.

“Sedang tiangnya adalah nilai-nilai moral bangsa yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. Enterpreneurship merupakan atap, sementara Spiritualisme merupakan perekat pondasi dan tiang,” ujarnya.

Dia berharap generasi ini melakukan sinergi dan toleransi yang kuat, karena generasi yang juga diancam oleh bahaya narkoba yang menelan korban 100 orang tiap hari, belum korban karena alkohol dan lain-lain.

“Jika ingin menanam untuk satu tahun tanamlah gandum; Jika ingin menanam untuk 10 tahun tanamlah pohon; Jika ingin menanam untuk 100 tahun tanamlah GENZI,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan GENZi Trista Larasati Nagel menegaskan bahwa GENZI siap menghadapi perubahan dunia yang serba cepat ini.

“GENZI itu All in One Package. Bisa menjadi siapa saja, punya banyak keahlian, passion, berani dan optimis. Almost everything is possible! GENZI siap dengan Rapid Change of the World, sebuah dunia tanpa batas (borderless), lintas batas (cross countries),” jelasnya.

Dia juga menampik anggapan bahwa GENZI sebagai generasi yang komunikasinya buruk, malas, tidak peka, generasi nunduk bahkan rebahan.

Bahkan Trista mengungkapkan bahwa sebuah generasi yang lapar dan harus akan sharing dan caring.

“Implementasi dari keluhuran budi, kemampuan memilah benar atau salah, alih-alih iming-iming uang dan kekuasaan. Berikan contoh cara mencintai negeri ini, contoh sikap takut ingkar janji kepada Tuhan. Disisi lain GEN-ZI lelah didera berita-berita tentang korupsi,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Panitia Acara Deklarasi, Ashraf Fikri mengatakan dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Generasi Z.

Kata dia deklarasi ini bisa terwujud karena semangat ingin bersatu dari potensi-potensi GENZI dari Sabang samapai Merauke bahkan sampai luar negri meskipun di tengah pandemi dan keterbatasan waktu.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :