IMG-20210103-WA0126

Blora, NewsMetropol – Jembatan Terusan Bojonegoro Blora (TBB) yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dengan Kabupaten Blora Jawa Tengah, diresmikan, pada Ahad (3/1).

Jembatan TBB terletak diantara Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro dan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Peresmian jembatan TBB ini dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menseneg Pratikto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dan Bupati Blora, Djoko Nugroho.

Pembangunan jembatan ini dianggarkan sekitar Rp 97.6 miliar dari APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 dimenangkan oleh PT Dwi Ponggo Seto dari Kabupaten Ponorogo.

Kabupaten Blora berkontribusi detailed desain jembatan tersebut dan pembebasan lahan untuk jalan akses dari/ke Desa Medalem 400 meter. Dimana jembatan tersebut memiliki panjang 220 m dan lebar 9 meter yang terdiri dari 4 pilar dengan menggunakan rangka baja.

Proyek ini memiliki panjang total 1.100 meter terdiri dari jembatan 220 meter dan akses jalan dari Desa Luwihaji ke jembatan 400 meter dan dari Desa Medalem ke jembatan 400 meter. Juga pembangunan perkerasan jalan akses menuju jembatan dengan rigid beton bertulang selebar 7.5 meter baik dari Dwsa Luwihaji dan Desa Medalem.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

Proyek ini dikerjakan sebanyak 3 shift sehingga bisa diselesaikan Desember 2020, walaupun ada sedikit finishing, pekerjaan Drainase, pengecatan marka dan beberapa perkerjaan kecil. Lama pekerjaan jembatan ini kurang lebih 6 bulan. Jembatan ini menggunakan rigid beton yang ditanam sedalam 24 meter dibawah tanah (Bengawan Solo). Lebar jembatan keseluruhan 9 meter, untuk jalan 7 mater dan sebelah kanan dan kiri terdapat trotoar pejalan kaki masing-masing 1 meter.

Jembatan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora terutama sektor ekonomi, pertanian, perdagangan, kesehatan, sosial, jasa, pariwisata dan budaya. Terutama meningkatkan taraf hidup masyarakat Kecamatan Ngraho dan Kecamatan Kradenan.

Jembatan TBB ini untuk membuka akses dari Bojonegoro bagian selatan dan Kabupaten Ngawi menuju Bandara Ngloram, dimana jaraknya menjadi lebih dekat 5 Km, kalau melewati jembatan TBB dibandingkan melewati jalan biasa lewat Padangan. Waktu yang ditempuh juga lebih cepat karena hampir tidak ada traffic light yang dilewati.

Kendala yang masih menghambat adalah jalan Medalem menuju bandara Ngloram dan jalan dari pertigaan Ngraho ke jembatan TBB masih ada yang perlu diperbaiki. Kalau lewat padangan ke Bandara Ngraho jalannya lebih bagus, tetapi masih ada jalan yaitu pertigaan Mulyorejo ke Bandara Ngloram yang perlu perbaikan dan akan melewati beberapa Traffic Light.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

Diharapkan Bandara Ngloram yang terletak di Kabupaten Blora bisa mendapatkan okupansi penumpang dari daerah Hinter landnya, yaitu Kabupaten Bojonegoro, kabupaten Tuban dan sebagian masyarakat Kabupaten Ngawi yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Rembang dan masyarakat Grobogan yang berbatasan dengan Kabupaten Blora.

Sambil menyelesaikan pembangunan Terminal Bandara Ngloram, dan jalan akses menuju bandara diharapkan bulan Maret 2021 sudah bisa operasi pesawat ATR-72 (Turbo Propeler, biasa disebut Turboprop) dengan Runway 1500 meter.

Support dari Pemerintah Daerah (Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab. Blora) masih sangat diperlukan untuk penambahan pembebasan lahan untuk sisi udara dan sisi darat, misalnya perpanjangan Runway 2500 meter dan fasilitas perkantoran. Kalau sudah perpanjangan Runway 2500 meter maka pesawat yang lebih besar, kapasitas juga lebih besar yaitu Turbo Fan (Boeing dan Air Bus) seperti Garuda Air line dan Air line lainnya bisa beroperasi di Bandara Ngloram.

(Pujo)

KOMENTAR
Share berita ini :