Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat menshalatkan jenazah korban gempa di pengungsian Dusun Kapek Bawah Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Rabu (15/8).
Giri Menang, NewsMetropol – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menyempatkan diri menyolatkan jenazah seorang perempuan yang meninggal di pengungsian, Dusun Kapek Bawah Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Rabu (15/08).
Jenazah itu adalah Hj. Saini yang meninggal di RSU Kota Mataram semalam karena tensi darahnya naik tinggi akibat trauma.
Almarhum hanya salah satu dari dua ratusan ribu pengungsi yang sangat rentan terhadap banyak penyakit ala pengungsi.
Dengan kondisi pengungsian yang seadanya, mereka terancam terhadap melemahnya ketahanan fisik akibat perubahan cuaca ekstrem siang dan malam, debu, air bersih dan sanitasi yang seadanya, serta persoalan krusial yang paling utama, yaitu traumatik yang parah.
Hj. Saini teridap trauma tersebut. Hal itu sudah disadari menjadi kebutuhan penting saat bencana melanda.
Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Rahman Sahnan Putra dari awal sudah mengingatkan, pentingnya trauma healing dan konseling kepada para warga terdampak gempa.
“Trauma healing ini adalah treatment untuk mengobati psikis warga, terutama anak-anak, untuk mengalihkan psikologis mereka dari suasana bencana kepada suasana normal,” jelas Rahman.
Ia mengaku, selama sepuluh hari masa tanggap darurat, pihaknya telah banyak bekerja sama dengan pihak luar untuk menyelenggarakan trauma healing dan konseling ini.
“Kita dibantu oleh para psikolog dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Bapelkes,” kata Rahman.
Sepanjang masa tanggap darurat ini, ia mengaku telah melakukan kegiatan tersebut kepada lebih dari 2000 warga.
“Trauma healing ini minimal dilakukan sekali kepada warga,” pungkas Rahman sambil menjelaskan optimismenya bahwa masyarakat Pulau Lombok akan tegar dan tangguh dalam menghadapi bencana.
(Rahmat)
