IMG-20200620-WA0048

Jakarta, NewsMetropol – Direktur Utama PT Kembar Emas Sultra Gregorius Nong mengatakan dampak pandemi Covid-19 telah menyebabkan ekonomi berbagai negara terpuruk tidak terkecuali Indonesia.

Kata dia, akibat Covid-19 berbagai kegiatan ekonomi terhenti sehingga menyebabkan pengangguran besar-besaran karena terjadinya PHK secara masiv.

Menyikapi hal tersebut pengusaha pertambangan nikel ini meminta pemerintah untuk membuka kembali keran ekspor secara terbatas.

Lanjutnya, ekspor terbatas tersebut dimaksudkan memberikan peluang bagi penambang untuk melakukan ekspor nikel yang tidak laku di pasaran domestik karena kadarnya yang rendah.

“Kami minta pemerintah kembali mengizinkan ekspor untuk ore nikel kadar rendah dan tidak laku di smelter dalam negeri,” ujar Gories sapaan akrabnya, Sabtu (20/6).

Baca Juga:  Dari Pelabuhan, PTP Nonpetikemas Mengembangkan Wawasan dan Cita-Cita Generasi Muda

Selain itu dia menyarankan pemerintah melakukan pengawasan secara ketat terhadap penerapan Harga Patokan Mineral (HPM).

“Jika ada smelter yang enggan mematuhi regulasi yang ada, kami minta pemerintah harus tegas menerapkan sanksi,” ujarnya lagi.

Menurutnya jika pemerintah konsisten menerapkan regulasi yang telah dibuatnya maka perekonomian Indonesia dari sektor pertambangan nikel akan kembali bergairah.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :