Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai tandatangani MoU Pengembangan Wisata, Rabu (27/2).
Banyuwangi, NewsMetropol – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama di Pendopo Shaba Swagata, Blambangan, Banyuwangi, Rabu (27/2).
Maksud kesepakatan bersama ini sebagai pedoman dalam melaksanakan kerjasama untuk mengembangkan potensi daerah dalam rangka pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan visi Lebak menjadi destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal, pemerintah Kabupaten Lebak memandang perlu belajar kepada Pemerintah Banyuwangi yang telah berhasil mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan menurunkan angka kemiskinan melalui sektor pariwisata.
Usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Bupati Iti Octavia mengatakan, melihat pesatnya perkembangan Kabupaten Banyuwangi melalui sektor pariwisata tanpa mengenyampingkan ketahanan pangan. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Lebak akan menggali potensi yang dimiliki seperti halnya Kabupaten Banyuwangi.
“Tentunya Lebak akan belajar mengenai pengelolaan pariwisata, mengingat visi yang sama antara Kabupaten Lebak dan Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan Pariwisata,” kata Iti Octavia.
Selain pariwisata, Bupati Lebak juga akan mempelajari tata kelola pemerintahan Kabupaten Banyuwangi yang telah menjadi role model nasional dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) peringkat A sebagai rujukan yang diusulkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi mengungkapkan rasa bangga dengan diadakannya kerjasama daerah dengan Kabupaten Lebak, banyak hal yang bisa dikerjasamakan dan bisa saling diadopsi oleh masing-masing kabupaten.
“Setiap daerah punya tantangan dan potensi, dan setiap daerah pasti punya tantangan dan potensi yang berbeda-beda,” kata Abdullah Azwar Anas.
Ia juga menyampaikan, sejak Kemenpan RB, Bappenas dan Kemendagri menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai rujukan Nasional, pada tahun 2018 Banyuwangi menerima sebanyak 35 ribu kunjungan dan Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai kabupaten paling kreatif dengan 340 inovasi.
Pada pemaparannya, Azwar Anas menyampaikan, salah satu inovasinya yaitu smart kampung dengan semua desa di Kabupaten Banyuwangi sudah terhubung internet gratis dan akan direncanakan pembangunan warung pintar yaitu warung-warung kelontong yang akan diisi fasilitas wifi gratis, sehingga akan meningkatkan pertumbuhan UMKM di Banyuwangi.
“Dalam pengembangan pariwisata dan UMKM, Banyuwangi telah menurunkan angka kemiskinan dari 20,4% menjadi 9,4%,” tambahnya.
Menurut Azwar Anas, kesepakatan bersama ini untuk menjalin kemitraan strategis dalam pelaksanaan pembangunan daerah, meningkatkan fungsi-fungsi pelayanan publik, pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan peran serta masyarakat, membangun sinergitas dalam mengembangkan potensi guna meningkatkan daya saing daerah, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam lingkup pertukaran serta pengembangan informasi.
(Syarifudin)
