BimtekKeuangan

Dipemasdes Kabupaten Jember saat menggelar bimbingan teknis pengelolaan keuangan desa, Kamis (6/12).

Jember, NewsMetropol – Pemerintah Kabupaten terus mengembangkan kapasitas perangkat desa, salah satunya yaitu melalui pelatihan pengelolaan anggaran dengan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Menindaklanjuti hal itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dipemasdes) Kabupaten Jember menggelar bimbingan teknis pengelolaan keuangan desa yang diikuti kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Sukorambi, Kamis (6/12).

Kepala Dipemasdes Pemkab Jember Heru Sunarso menjelaskan, kegiatan bimtek ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan penyelenggara desa. Khususnya, mengenai administrasi surat-menyurat dan laporan keuangan desa.

“Ini dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas SDM pemangku kepentingan di desa. Mulai kadesnya, sekdes, bendahara dan pemerintah desa lainnya. Jadi ini bagus karena terkait pengelolaan keuangan di desa dan pengelolaan aset desa,” katanya.

Dia menambahkan, bahwa bimtek sistem keuangan desa yang dilakukannya dapat meningkatkan kemampuan pemerintah desa dalam urusan-urusan administrasi dengan apilkasi Siskeudes. Sehingga, segala laporan-laporan yang administratif harus berbasis online.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

Heru menyatakan, dirinya kerap mengingatkan kepada pemerintahan di desa agar bekerja bersama sesuai bagiannya masing-masing, karena menurutnya bekerja secara tim akan meringankan pekerjaan.

“Selalu saya ingatkan agar patuh dan taat aturan, harus teamwork tidak bisa manajemen tukang cukur untuk urusan seperti ini. Maka harus benar dan sesuai tupoksi,” tegasnya.

Sementara, peserta bimtek sekaligus Kepala Desa Jubung, Bisma Perdana saat diwawancarai mengatakan, perangkat desa harus memahami penggunaan aplikasi Siskeudes. Ini penting agar prinsip kerja pengelolaan keuangan di desa berjalan baik.

“Muatan dan isi bimtek ini bagus. Karena memang harus disosialisasikan dan diberi pelatihan karena perangkat desa itu yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan anggaran dana desa. Sehingga lebih akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, sambung Bisma, dengan bimtek sistem keuangan baru atau Siskeudes, akan membuat pemerintahan di desa tidak gagap saat melaporkan anggaran ataupun pembukuan keuangan. Bahkan membantu memudahkan tata kelola perangkat desa.

Baca Juga:  PDAM Tak Alirkan Air, Warga Jalan Tengku Umar Lorong Keluhkan Ketergantungan Distribusi Mobil Tangki

“Apabila semua ini dipahami dengan baik maka semangat dan tujuan dana desa bisa terkawal dan terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Meskipun pelaporan administrasi menggunakan sebuah aplikasi merupakan hal yang baru namun, kata Bisma, perlu diadaptasi karena sistem keuangan yang dijalankan oleh desa sekarang itu manual dan ini otomatis, berbasis online.

“Saya harap kegiatan semacam ini lebih sering dilakukan karena dana desa perlu dikawal bersama untuk kesejahteraan masyarakat di desa,” tandasnya.

Bimtek pengelolaan keuangan desa yang diikuti sejumlah kepala desa dan perangkatnya bakal dilaksanakan selama 2 hari. Kendati sebagian besar perangkat diboyong untuk mengikuti pelatihan namun, Bisma menyebut hal itu tidak menggangu pelayanan kepada masyarakat di kantor desa.

“Pelayanan tidak terputus ya. Seperti ini coba dilihat kan masih bisa,” tuturnya sembari menandatangani berkas yang diantar oleh salah satu perangkat desa saat coffe break.

(Andik)

KOMENTAR
Share berita ini :