Makassar, NewsMetropol – Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Lantamal VI Letkol Laut (S) Roy Johan Agung dan para Kepala Akuntansi (Kaakun) TNI AL wilayah Makassar mengikuti pembukaan Video Conference (Vicon) Rapat Kerja Teknis Keuangan (Rakernisku) I TNI AL TA. 2020 di Ruang PP. Jaladri Mako Lantamal VI , Senin (27/4).
Pembukaan Rakernisku I TNI AL TA. 2020 melalui Vicon tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Keuangan TNI Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Dr. R. Anang d. Kuncoro, Syang.
“Dengan penuh pertimbangan dan melihat situasi nasional yang sedang terjadi saat ini, maka saya mengambil keputusan kegiatan Rakernisku I TNI Angkatan Laut TA. 2020 dilaksanakan melalui video conference,” ujar Kadiskual.
Kadiskual berharap pada Rakernisku I TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2020 ini tidak hanya sekedar koordinasi antar badan keuangan saja tapi juga melaksanakan diskusi untuk menjawab adanya perubahan aturan-aturan keuangan yang berkembang secara dinamis.
“Penyelenggaraan Rakernisku I ini tidak lain adalah menindaklanjuti kebijakan strategis dalam pengelolaan keuangan negara serta memberikan bimbingan teknis di bidang keuangan agar pengelolaan keuangan pada tiap badan keuangan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan,” ujarnya lagi.
Kadiskual juga mengatakan pihaknya akan berupaya mempertahankan capaian predikat yang telah dicapainya pada tahun 2019 yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Hasil ini merupakan capaian penilaian paling tinggi yang didapat dari pemerintah terhadap pengelolaan anggaran yang berada di UO TNI Angkatan Laut yang mana saat ini telah kita kerjakan, tentunya dengan capaian tersebut terdapat konsekuensi dan tanggung jawab besar untuk mempertahankan hasil penilaian tersebut,” jelas Kadiskual.
Turut Hadir dalam vicon Rakernisku I TNI AL TA. 2020 di Lantamal VI, Kakuwil Lantamal VI, Kaakun Lantamal VI, Kaakun Fasharkan Makassar, dan Kaakun Ladokgi Yos Sudarso Makassar serta calon Kaakun Lanal Gorontalo yang belum menempati jabatannya karena terkendala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Makassar.
(Jamal)
