Donggala, Metropol – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. H. Sudarto, SH, M. Hum di dampingi Bupati Donggala, Drs. Kasman Lassa, SH membuka secara resmi Pekan Daerah (Peda) ke VIII Petani, Nelayan dan Petani kawasan hutan tingkat Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2016 di Desa Sioyong Kecamatan Dampelas, Donggala, Senin (16/5).
Pada pembukaan PEDA 2016 ini, Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa SH menyampaikan bahwa, pekan daerah ke VIII petani dan nelayan tahun 2016 merupakan momentum yang sangat strategis dimana berkumpul seluruh tokoh-tokoh petani dan nelayan andalan yang memiliki peran yang sangat besar. Tidak sedikit dimana KTNA menanamkan cara pandang perani dalam rangka meningkatkan motivasi dan kegairahan petani, nelayan termasuk masyarakat Kabupaten Donggala.
Menurutnya, pelaku bisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agrobisnis memiliki berdaya saing. Sehingga dengan kesempatan ini tentunya sebagai lembaga mampu memberikan karya berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. “Kesempatan ini merupakan forum akbar bagi pelaku usaha untuk dapat saling berkomunikasi dan berinteraksi,” Kasman Lassa
Bupati Donggala menambahkan, untuk meningkatkan pembangunan pertanian di daerah Donggala, PEDA KTNA VIII tingkat Propinsi Sulaweai Tengah, nantinya perwakilan yang diutus mampu memanfaatkan dan mengikutinya dengan baik,
“Para petani dan nelayan nantinya bisa meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan keterampilan dibidang teknologi dan kualitas produksi bisnis,” imbuhnya
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementrian RI, Ir. Fatan Rasyid M,ED yang hadir, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah daerah dan KTNA Sulaweai Tengah atas penyelenggara PEDA. “ PEDA ini sangat penting untuk saling tukar pengalaman, saling belajar untuk memajukan pertanian di Sulawesi Tengah,”
Ia mengemukakan, PEDA merupakan komitmen pemerintah daerah dalam rangka memotifasi petani se Sulawesi Tengah. Pemerintah Kabinet kerja telah mencanangkan program usus, yaitu pajale (padi, jagung, kedelai) ditambah empat komoditi lagi yaitu sapi, tebu, aneka cabe dan bawang. “Untuk kita capai dalam rangka swasembada yang sudah tercapai kita lanjutkan, yang belum harus kita capai paling lambat 2017,” tegasnya
Fatan Rasyid mengemukakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk Kementrian Pertanian. Tahun 2014 anggaran di Kementrian Pertanian sebesar 16 Trilyun dan Tahun 2015 naik lebih dari 31 trilyun, dan hampir 95% diperuntuhkan untuk petani, terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi H. Sudarto, SH, M.Hum ketika membuka kegiatan PEDA. Menurut Wagub, PEDA merupakan pertemuan akbar para petani dan nelayan disekitar kawasan hutan dari seluruh pelosok kabupaten dan kota se- Sulawesi Tengah. Dengan moto dari petani, oleh petani dan untuk petani, mereka bertemu untuk saling tukar pengalaman menyerap teknologi dan informasi baru, untuk memperbaiki usaha pertanian. Sehinga menigkatkan produktifitasnya, pendapatannya yang pada akhirnya meningkat kesejahteraannya,” terangnya.
Selain dari pertemuan ini, kata Sudarto, para petani dan nelayan dapat menjalin persaudaraan dan meningkatkan keakraban sebagai mitra kerja pemerintah dan pertemuan tersebut para petani dan nelayan juga dapat berdialog dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya , untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi sekaligus menginformasikan keberhasilan di dalam usaha pertanian.
Wagub mengakui, penyelenggaraan PEDA yang dilaksanakan tiap tahun sangat teratur dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung yang seirama dengan draf langkah pembamgunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang merupakan persiapan untuk mengikuti pekan nasional petani nelayan ke XV di Banda Aceh Propinsi Nangro Aceh Darusalam. Wagub berharap PEDA ke VIII juga membahas kesiapan kontingen peserta Penas ke XV 2017 di Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulteng bersama beberapa pejabat terkait menyerahkan dana bantuan pemerintaha kepada Gapoktan, diantaranya Gapoktan Putra Jaya Kabupaten Banggai, Gapoktan Dharma Bakti Kabupaten Parimo, Gapoktan Harapan Tani Kabupaten Tolitoli, Gapoktan Karya Jaya Kabupaten Sigi, Gapoktan Ponintuwu Kabupaten Poso, Gapoktan Maju Bersama, Gapoktan Mamminasae dan Gapoktan Bina Bersama kabupaten Donggala.
(Robby/*)
