20200520_180321

Ketua Bakin Sultra La Munduru (kiri) dalam suatu acara.

Kendari, NewsMetropol – Lembaga Barisan Aktivis Keadilan Sulawesi Tenggara (Bakin Sultra) menyambangi Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Rabu (20/5).

Kehadiran lembaga kontrol tersebut dalam rangka mengkonfirmasi Paket Proyek Pengadaan Bibit Mete yang diperuntukan di tiga Kabupaten/Kota pagu anggaran tahun 2020.

“Paket proyek pengadaan bibit metrle direncanakan tayang pada hari ini,” ujar La Munduru kepada NewsMetropol, Rabu (20/5).

Kata dia, kepastian informasi penayangan paket proyek tersebut diperoleh dari Kabid Perkebunan Isnain, SP karna progres tersebut adalah ada di bidangnya.

“Ya, benar paket tersebut ada, makanya kami bersama Tim yang dipimpin langsung oleh Kadis Perkebunan dan Hortikultura Provinsi. Beliau sebagai KPA (Kuasa Penggunaan Anggaran red) sudah membicarakannya agar paket tersebut mulai dilelang/tayangkan sehingga cepat kelar dan melangkah pada obyek pekerjaan yang baru,” ujar La Munduru menirukan Kabid Perkebunan , Isnain Kimi.

Baca Juga:  Motivator Ketut Abid Halimi Gugah 7.000 Tokoh Riau dalam Doa Keselamatan dan Kebangkitan Nusantara

La Munduru berharap program tersebut mampu mengembalikan citra Sulawesi Tenggara sebagai sentra penghasil mete di Indonesia.

Ketua Bakin Sultra itu juga percaya, jika pengelolaan paket tersebut akan dilakukan sesuai prosedur sehingga proyek itu bermanfaat bagi masyarakat.

“Tidak seperti daerah-daerah lain, ketika ada pengadaan bibit langsung angkat bibit sembarang saja supaya hanya jadi dokumentasi ketika akan ada tim masuk lapangan sebagai pertanggung jawaban. Padahal kualitas tanamannya tidak memenuhi syarat untuk dijadikan bibit seperti telah lolos uji verifikasi,” terangnya.

Dia pun mengingatkan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, Kabid perkebunan, PPK bidang Perkebunan dan BLP untuk tidak pernah mengakomodir perusahaan yang menjual benih tidak bersertifikat.

Karena kata dia, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya selama ini terdapat benih mete di BBU Guali bersumber dari benih tidak resmi karena benih tersebut diduga milik pejabat Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra.

Baca Juga:  Peringati Haul ke-56 Bung Karno, Forkopimda Kota Blitar Gelar Upacara Ziarah Nasional di Makam Proklamator

Untuk itu dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan meskipun tidak dilibatkan di dalam proyek itu.

“Karena kami akan bangga jiika daerah Sulawesi Tenggara ini dikenal dengan sektor pertaniannya, sebab potensinya sangat besar, karakter budaya penduduknya sebagian besar sebagai petani, penanam tanaman tahunan dan jangka pendek. Jadi kami harus dukung agar bisa berkembang,” tegasnya.

Dia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan menggelar aksi jika proyek tersebut dikelola secara profesional.

“Tidak akan terjadi lagi aksi besar-besaran seperti tahun lalu yang merugikan banyak pihak,” jelasnya.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :