2

Sekjen PB Kebugis, HM. Saleh Mude,  saat mengunjungi Makam Nene Mallomo (La Pagala) yang terletak di Desa Allakuang Kecamatan MaritengngaE, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Jakarta, NewsMetropol – Nene’ Mallomo adalah seorang panrita, ahli hukum yang diakui dan disegani karena pemikiran dan ketegasan keputusan hukumnya di seluruh kerajaan besar di Sulawesi Selatan pada abad ke-17.

Kuburan Tokoh yang wafat pada tahun 1654 M itu diduga kuat terletak di Allekuang, Sidrap, 7 km dari kota Pangkajene.

Apakah Nene Mallomo sudah memeluk Islam?

Dari penelusuran ini, dapat diduga, Nene’ Mallomo sudah memeluk Islam dan seorang muslim yang taat.

Karena berdasarkan sejarah masuknya Islam di Sulsel yang diduga pada abad 16 dan diterima secara resmi pada era kerajaan Sombayya ri Gowa I Mangngarangi Daeng Mangrabia Karaeng Lakiung bergelar Sultan Alauddin Awallul Islam, 20 September 1605.

Baca Juga:  Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

Versi lain menyatakan, telah ditemukan masjid pertama di desa Rigella, Luwu, 1594.

Pakar sejarah sepakat bahwa, Islam masuk di Sulsel, dibawa oleh para ulama dari Aceh yakni Katib Tunggal, Datuk Ribandang, Datuk Patimang, Datuk Ditiro, dan Syekh Yusuf Tajul Khalwati Tuanta Salamaka.

(Saleh Mude)

KOMENTAR
Share berita ini :