Kendari, NewsMetropol – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) atau BLT tahap 6 yang sementara disalurkan oleh PT. Pos Kendari, memunculkan beberapa persoalan.
Pantauan langsung Wartawan NewsMetropol di Kantor Pos Lepo-Lepo, sejak tanggal 22 – 24 September, warga penerima BST datang membludak tanpa mengindahkan aturan Prokes Covid-19.
Warga penerima terlihat tidak menjaga jarak (Physical distancing red) meskipun sebelumnya telah disampaikan berulang kali oleh pihak manajemen Pos Kendari dan pihak kepolisian yang bertugas.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan cluster baru, mengingat kasus positif Covid-19 di Kota Kendari semakin bertambah.
Masalah lain yang timbul dalam penyaluran BST tersebut adalah sebagian nama-nama warga terhapus pada daftar penerimaan tahap 6.
Seorang warga Lorong Cempedak, Anduonuhu, Marlia mengaku kecewa karena setelah dikroscek namanya sudah tidak ada lagi pada daftar penerimaan BST kali ini.
“Padahal sebelumnya saya terdaftar dan sudah terima BST 5 kali berturut-turut (tahap 1 sampai tahap 5), saya dan keluarga sangat membutuhkan bantuan tersebut,” ungkapnya setelah mengkroscek namanya di Kantor Pos, Kamis (24/9).
Senada dengan itu, Heni Apriani warga Jalan Belimbing Poasia juga mengaku bahwa sebelumnya suaminya terus menerima hingga tahap 5.
“Sangat kecewa nama suami saya terhapus, padahal bantuan ini sangat kami butuhkan karena pekerjaan suami saya hanya kuli bangunan dan bantuan PKH juga kami tidak peroleh, ujar Heni dengan nada kecewa.
Sementara itu dihubungi secara terpisah Koordinator Penyaluran BST Pos Kendari, Muh. Zarkasih, mengatakan terhapusnya sebagian nama warga dalam daftar penerima BST disebabkan telah menerima bantuan sosial lain selain BST melalui Pos.
“Selain itu bisa jadi warga tersebut masuk dalam daftar cekal penerima, seperti pada tahap 4 dan 5 lalu di Kota Kendari hampir ratusan nama warga penerima masuk daftar cekal yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan atau kecamatan,” tutupnya.
(Syahruddin)
