Sadap

Jakarta, NewsMetropol – Tokoh Masyarakat Sulsel di Jakarta, Syarifuddin Daeng Punna mengatakan, dirinya merasakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa bangsa ini.

“Baru-baru ini gempa bumi terjadi di Kota Malang Provinsi Jawa timur, sebelumnya banjir bandang dan tanah longsor juga melanda wilayah Nusa Tenggara Timur yang mengakibatkan banyaknya kerugian materil dan juga puluhan orang dinyatakan hilang,” ujar SAdAP dalam keterangan tertulisnya kepada NewsMetropol, Ahad (11/4).

Menurut SAdAP, musibah yang melanda beberapa daerah tersebut merupakan teguran dari Allah SWT, Tuhan semesta alam.

“Kejadian gempa di Malang yang memporak porandakan pemukiman warga tidak disangka dengan begitu cepat terjadi. Apalagi Jawa Timur sejauh ini masih dianggap sebagai wilayah yang aman dari gempa bumi,” terang SAdAP.

Kata dia, kejadian ini merupakan pelajaran bahwa apabila alam telah murka melihat keseharian manusia yang tidak lagi mengingat Allah, maka teguran keras akan segera menyusul.

“Baik melalui gejolak alam terjadi seperti gempa bumi, banjir bandang, angin badai dan lain-lain semuanya karena kuasa Allah dan manusia hanya dapat berdoa dan berserah diri jika musibah itu terjadi,” sebutnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua elemen bangsa agar bermuhasabah diri, mengevaluasi sikap dan prilaku ataupun mengoreksi segala kesalahan yang telah dilakukan agar bangsa ini dijauhkan dari segala marabahaya.

Dia menerangkan bahwa falsafah hidup manusia dipengaruhi oleh beberapa unsur yang ada dalam diri manusia dan alam sekitarnya.

“Air, api, tanah, angin menyatu dengan tubuh setiap manusia, disitulah keseimbangan yang menuntun manusia agar lebih memahami fungsi dari keempat unsur tersebut,” terangnya.

Dia juga mengingatkan semua anak bangsa untuk kberdoa dan meminta kepada Allah SWT agar dijauhkan dari musibah dunia serta senantiasa takut kepada sipembuat takut yakni Allah SWT.

“Dan kepada semua umat manusia, baik yang ada di Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan wilayah lainnya agar tetap mawas diri, sebab musibah atau bencana alam dapat datang kapan saja, teruslah ingat kebesaran Allah dan jangan lupa senantiasa melakukan ibadah kepada sang khalik, hindari perbuatan maksiat dan marilah menyambut bulan Ramadhan dengan perbanyak amalan, introspeksi diri dan tawadhu di dalam menjalankan perintah Allah,” tutup SAdAP.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :