99detiklampung - sulis polda

Lampung, Metropol – Peduli terhadap kelestarian budaya, Kepolisian Daerah Lampung menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Kegiatan kesenian daerah itu diselenggarakan untuk menyampaikan pesan dan menggugah semangat kepada masyarakat, Rabu (6/1) di lapangan Markas Polda Lampung.

Menurut Kapolda Lampung. melalui Kabid Humas Polda Lampnug AKBP Sulistyaningsih mangatakan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Karna Tanding”, merupakan sebagian cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, Polda Lampung mencoba menyampaikan pesan kepada masyarakat dan khususnya Kepolisian di Lampung dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit,” katanya.

Kebudayaan bisa menyatukan manusia cukup beralasan, karena kebijakan, keharmonisan dan kehormatan adalah bagian dari produk manusia, secara umum selalu mendapatkan tempat yang luhur.

Di Indonesia salah satu budaya yang diidentikan dengan budaya dari suku Jawa ialah budaya perwayangan yang merupakan filosofi kehidupan manusia. Tentang pertempuran antara hak dan batil, spirit perjuangan, keberanian, kesetiaan, kehormatan dan akhlak serta pengorbanan.

Baca Juga:  Polda Banten Laksanakan Pemantauan Penerimaan Terpadu Polri TA 2026

“Kegiatan ini terselenggara untuk memberikan motivasi kepada anggota Polda Lampung dan jajaran guna melestarikan budaya di Indonesia,”ujarnya

Dari banyak kisah pewayangan ini, lakon cerita”Karna Tanding”, merupakan sebuah lakon yang penghayatannya paling mendalam sampai nilai filosofinya.

Adipati Karna adalah sosok panglima sekaligus kesatria yang setia, terhormat dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya sebagai kehormatan tertinggi.

Sebagai panglima perang Astinapura, meskipun Karna tahu betul yang dilawannya kebenaran yang tak mungkin dikalahkan kejahatan, namun sebagai seorang satria membela kehormatan negara adalah di atas segalanya. Sifat seorang anak bangsa yang mempunyai semangat herois dan kecintaannya terhadap tanah airnya adalah karakter yang muncul dalam cerita “Karna Tanding”.

“Inilah yang membuat Pak Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Edward Syah Pernong, sangat mengidolakan Adipati Karna sebagai sosok satria terhormat,” ungkapnya.

Diketahui, Karna adalah putra Kunti dan juga merupakan saudara Pandawa, namun karena Adipati Karna tinggal di Astinapura dan diurus oleh keluarga Kurawa membuat Karna merasa dihargai dan berhutang budi kepada keluarga Kurawa dibanding dengan saudara-saudaranya yakni keluarga Pandawa.

Baca Juga:  Viral Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Wanasalam, Ini Penjelasan Kasihumas Polres Lebak

Dari lakon ini dapat dipetik intisari suatu filosofi tentang rasa cinta kepada tanah air dan kesetiaan terhadap tugas dan kewajiban adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. “Selain menyampaikan pesan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon,”Karna Tanding”, ini diharapkan bisa mensukseskan program-program Polda Lampung pada 2016,”tambahnya.

Untuk diketahui lebih lanjut, kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih kepada Metropol, serah terima jabatan (Sertijab) Kapolda Lampung dari Brigjen Edward Syah Pernong kepada Brigjen Ike Edwin akan dilaksanakan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/1). Setelah itu, acara pisah sambut dilaksanakan di Mapolda Lampung. Untuk waktu pisah sambut menyesuaikan.

(Yuyung/Im)

KOMENTAR
Share berita ini :