Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
Ankara, NewsMetropol – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, mengatakan Yunani dan Mesir melanggar hak serta landasan kontinental Turki dan Libya.
Pelanggaran tersebut kata dia dipicu oleh panandatanganan kesepakatan maritim di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Mediterania Timur.
Dilansir Anadolu Agency, Jum’at (7/8), Mevlut Cavusoglu menekankan bahwa teks dan peta perjanjian tersebut belum diungkapkan.
“Namun, jelas dengan koordinat yang diberikan bahwa kesepakatan itu tidak hanya melanggar hak dan landas kontinen Turki tetapi juga Libya,” ujar Cavusoglu.
“Oleh karena itu, perjanjian yang melanggar landas kontinen kami, yang telah kami laporkan ke PBB, batal demi hukum dan alasan mengapa kami sampai pada titik ini adalah karena negara-negara seperti Yunani dan pemerintahan Siprus Yunani, mencoba untuk menandatangani perjanjian dengan Mesir dan Israel sementara mengabaikan Turki,” tambah dia.
Diplomat senior itu mengatakan Turki akan terus menunjukkan kepada kedua negara dan dunia bahwa perjanjian itu batal demi hukum di atas meja dan di lapangan.
Mesir sebelumnya mengumumkan pada Kamis bahwa mereka menandatangani perjanjian bilateral dengan Yunani tentang batasan yurisdiksi maritim antara kedua negara di Mediterania Timur.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam kesepakatan itu dalam sebuah pernyataan, menegaskan bahwa Yunani dan Mesir tidak memiliki perbatasan laut bersama dan bahwa kesepakatan itu batal demi hukum bagi Ankara.
Dia menambahkan bahwa area yang dibatasi dalam perjanjian itu terletak di landas kontinen Turki, seperti yang dilaporkan Ankara ke PBB.
(Red/Sumber)
