Mengapa Harus ke Agus Tanribali

H M Basri didampingi Ketua Relawan Jakarta For Agus –Tanribali, H. Welham Hafied, dan pengurus lainnya saat menggelar rapat, di Kedai Kopi Phoenam, Jalan Wahid Hasyim Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/1).

Jakarta, NewsMetropol – Tercatat empat pasangan Bakal Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang telah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel beberapa waktu lalu.

Ke empat pasangan itu adalah Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, Nurdin Halid – Aziz Kahar Muzakkar, Ichsan Yasin Limpo – Cakka dan pasangan Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo.

Ke empat pasangan Cagub/Cawagub tersebut merupakan Tokoh-Tokoh asal Sulawesi Selatan  yang memiliki keahlian, kapasitas dan pengalaman di bidangnya yang telah mendapatkan pengakuan publik baik secara regional maupun nasional.

Menakar berbagai kemampuan dan predikat masing-masing kandidat tersebut, H. M Basri mengatakan, empat indikator yang mesti dimiliki figur sebagai prasyarat fundamen memimpin Provinsi Sulsel.

Menurut mantan Direktur PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida), ke empat indikator fundamental itu sesuai dengan karateristik masyarakat Sulsel yang masih memegang teguh, menjunjung tinggi nilai-nilai religius, nilai-nilai budaya dan adat istiadat.

“Istilah Jawanya calon Gubernur Sulsel harus memiliki bibit, bobot dan bebet,” ujar HM Basri saat ditemui di Caffe Phoenam, Selasa (23/1).

Indikator pertama kata dia, adalah Calon Gubernur Sulsel harus memiliki pemahaman agama yang baik.

Menurutnya, figur Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo adalah figur yang tawwaduh dalam menjalankan ajaran agamanya.

Pasangan Agus-Tanribali memiliki keimanan dan ketakwaan yang baik karena sebagai muslim keduanya meingimplementasikan nilai-nilai islam secara kaffah.

Tidak hanya dalam memelihara hubungan dengan Allah SWT sang penciptaNYA tetapi juga dengan mahluk ciptaanNYA.

“Dia tidak hanya baik dengan penciptanya Allah SWT, Hablum Minallahnya ataupun dengan sesama manusia Hablum Minannas bahkan dengan ciptaanNYA pun dia sangat menyayanginya,” ujarnya lagi.

Indikator selanjutnya adalah memiliki karakter leadership.

Pada indikator ini, pasangan Agus-Tanribali sangat memahaminya dengan baik karena keduanya merupakan putra-putra Pemimpin Kharismatik Sulsel sehingga warisan leadership tersebut terpatri dalam jiwa keduanya.

Keduanya ini adalah putra Tokoh Sulsel di mana Pak Agus adalah putra mantan Bupati Sidrap Arifin Nu’mang sedangkan Tanribali adalah putra mantan Gubernur Sulsel Achmad Lamo.

Sebagai putra-putra tokoh Sulsel keduanya tidak semata-mata mengandalkan nama besar dari kedua pendahulunya namun keduanya berkarir dari nol sebagai aparatur sipil negara dan prajurit yang bersahaja.

“Istilahnya mereka tidak mentang-mentang, meskipun pada keduanya mengalir darah pemimpin, darah pejuang atupun darah ksatria,” jelasnya.

Lebih jauh HM Basri menyebutkan, keunggulan figur Agus-Tanribali adalah keduanya memahami budaya dan  kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan.

“Salah satu buktinya adalah Pak Agus yang mendampingi Gubernur  Pak Syahrul Yasin Limpo, memposisikan dirinya sebagai Wakil Gubernur  yang baik,  sehingga kita tidak pernah mendengar selentingan kabar negatif tentang hubungan keduanya. Ini sangat susah ditemukan dalam konteks relationship Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah saat ini,” tegasnya.

Deklarator Relawan Jakarta For Agus -Tanribali ini menambahkan, keunggulan yang dimiliki oleh pasangan ini adalah memiliki keilmuan yang baik dalam menata sistem pemerintahan.

“Pak Agus sebelum terjun sebagai politisi adalah seorang akademisi Universitas Hasanuddin, yang merupakan Universitas terunggul di Kawasan Timur Indonesia, sedangkan wakilnya adalah Jenderal berbintang dua yang kenyang dengan pengalaman dibidang penataan personel. Sebagai mantan Plt Gubernur di empat provinsi dan dirjen, beliau sangat paham dengan sistem pemerintahan,” pungkasnya.

(M. Daksan)

KOMENTAR
Share berita ini :