Korem 143 HO dan PWNU Sultra Gelar Dialog Kebangsaan

Dialog kebangsaan yang digelar oleh Korem 143/HO dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sultra, di Aula Tamalaki Makorem 143/HO, Sabtu (17/2).

Kendari, NewsMetropol – Korem 143/HO dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sultra menggelar dialog kebangsaan di Aula Tamalaki Makorem 143/HO, Sabtu (17/2).

Kepala Penerangan 143/HO Mayor Inf. Azwar Dinata, SH.  dalam releasenya mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari kelahiran NU yang ke 92.

Kata dia, dialog kebangsaan yang dihadiri oleh sekira 300 komponen masyarakat Sultra  tersebut menghadirkan beberapa pemateri yakni Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, Kabagops Binda Sultra Kol Inf Amirullah, Kasrem 143/HO Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P., Warek III UHO, DR. Nur Arafah dan Ketua PWNU Sultra  KH. Drs. Muslim, M.Si.

Baca Juga:  Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh, Bagian dari 218 Jembatan yang Rampung Dibangun TNI

Lanjutnya, Kasrem 143/HO Letkol Kav Agus Waluyo S.I.P., pada kesempatan itu menyampaikan tentang Peranan Korem 143/HO dalam mengokohkan kesatuan bangsa untuk menjaga kedamaian dalam bingkai NKRI.

“Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan rumah besar yang dihuni berbagai macam kelompok, suku, dan bahasa yang diincar oleh negara lain yang menginginkan SDA Indonesia yang sangat kaya,” ujar Azwar.

Sedangkan Kabagops Binda Sultra kata dia, menyampaikan tentang peranan Binda dalam mengokohkan kesatuan bangsa  dalam menjaga kedamaian dalam bingkai NKRI.

“Warek III UHO menyampaikan bahwa perbedaan adalah Sunatullah dan keberagaman adalah kekuatan, masalahnya bagaimana keberagaman menjadi suatu kekuatan. Yaitu dengan memperkuat struktur, keteladan penyelenggara dalam sistem negara, mengokohkan kebangsaan dan anti radikalisme,” terang Azwar.

Baca Juga:  Pemusnahan Barang Bukti, Otmilti II Jakarta Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Transparan dan Akuntabel

Sementara itu, Ketua PWNU Sultra tambah Azwar, menyampaikan  tentang peran NU dalam memegang komitmen agama dan komitmen kebangsaan sehingga NU melindungi agama dari aqidah sesat dan faham radikal/ekstrim. Begitupun negara harus dilindungi dari kelompok radikal agama dan radikal sekuler.

(Ronal Fajar)

KOMENTAR
Share berita ini :