Reporter : Risyaji | Editor : Widi Dwiyanto
JAKARTA, NEWSMETROPOL.id – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melakukan Kunjungan ke fasilitas Gudang Halal PT Multi Terminal Indonesia (MTI), Selasa (03/10/2023).
Kunjungan dipimpin lamgsung oleh Direktur Industri produk halal KNEKS Afdhal Aliasar, didampingi Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN Desty Arliani, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Subagiyo, perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) sekaligus konsultan kajian halal prority logistik/halal Ports KNEKS Nofrizal, Ketua umum ALI Mahendra Rianto, serta perwakilan dari Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda (PKPTIM) Kementerian Perhubungan.
Kunjungan diterima langsung oleh Direktur Komersial dan Teknik Sub holding PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), Ichwal Fauzi Harahap didampingi Direktur Utama MTI Ruri I. Rachmaputri .
Direktur Industri produk halal KNEKS, Afdhal Aliasar mengatakan, bahwa pergerakan demand produk halal semakin hari semakin meningkat, masyarakat dunia menganggap bahwa produk halal merupakan produk higienis dengan kualitas unggul.
“Pada tahun 2024 pemerintah mewajibkan produk yang masuk, beredar, dan di perdagangan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” ungkapnya.
“Kedepannya pemerintah tentu akan melihat bagaimana regulasi tidak hanya mengatur sertifikasi halal atas produknya saja akan tetapi juga terhadap aktifitas logistiknya yang tersertifikasi halal misalnya proses pengepakan, penyimpanan dan distribusinya dari lokasi asal barang sampai ke konsumen akhir,” tambah Afdhal.
Pada kesempatan yang sama Direktur Komersial dan Teknik SPSL Ichwal Fauzi Harahap dalam sambutannya menyampaikan, bahwa MTI merupakan anak usaha SPSL untuk kluster logistik dan berterima kasih atas kunjungan dari lintas kementerian ke MTI dalam rangka diskusi pengembangan logistik halal di Indonesia.
Sementara itu Direktur Utama MTI Ruri I. Rachmaputri menjelaskan secara singkat lingkup usaha MTI termasuk jasa layanan penyimpanan produk halal yang membutuhkan ruang pendingin.
“Gudang kami telah mendapatkan sertifikat (SJH) dari lembaga resmi pemerintah dengan akreditasi, saat ini kami telah menangani beberapa komoditi halal. Harapannya kedepan MTI dapat berkontribusi aktif mendukung program pemerintah khususnya logistik halal dan kelancaran arus barang pada umumnya,” tutupnya.
