Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutfi Wijaya bersama Bupati Konawe, Kapolres, Kajari, KPU dan seluru SKPD, Senin (28 /1).
Konawe NewsMetropol – Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutfi Wijaya mengadakan pertemuan bersama Bupati Konawe, Kapolres, Kajari, KPU dan seluru SKPD dengan sejumlah wartawan guna membahas rencana pelaksanaan kegiatan TMMD 104, Senin (28/1).
TMMD dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 selama 30 hari yang dilaksanakan di Desa Nario Jaya, Kecamatan Anggotoa Kabutan Konawe dengan melibatkan 150 orang personel TNI gabungan angkatan laut dan angkatan udara.
“Konsepnya dilaksanakan secara baten up, yang artinya melaksanakan kegiatan usulan dari tingkat bawah, dari tingkat RT/RW sampai pada tingkat Lurah dan Kecamatan, kemudian akan dilaksanakan sesuai dgn fisi misi dari Kabupaten Konawe itu sendiri,” pungkasnya.
Ada 2 (dua) fisi utama yaitu mewujutkan sejuta ton beras dan sejuta ekor sapi. Sehingga untuk mewujudkan sejuta ton beras, maka kegiatan fisik yang dilaksanakan ada tiga,
“Yang pertama, kita laksanakan kegiatan usaha tani, untuk memper ringan biaya produksi dari masyarakat pedesaan, dan dari petani kita sendiri,” terangnya.
Kemudian, Kedua Pembangunan kerikil jalan Desa, ini berfungsi untuk menunjang mobilitas supaya petani lebih mudah pergerakan hasi hasil pertaniannya.
“Dan yang ke tiga, kita melaksanakan eksaminasi buatan seperti yang sudah disampaikan, kita melaksanakan satu kegiatan kuantum artinya dari 1 ekor sapi Bali hanya berat 70kg, kemudian kita menyelesaikan satu kegiatan eksaminasi sapi buatan yaitu sapi limosit yang menggabungkan sapi buatan dengan sapi Bali dengan sapi Australia yang beratnya mencapai 500 kilo gram,” jelas Dandim.
Dandim mengatakan, diharapkan dari rekan-rekan Babinsa yang melaksanakan kegiatan ekseminasi buatan, sehingga menjadi inspirator, dinamisator yang dapat menggugah masyarakat kemudian melaksanakan kegiatan peternakan dengan serius dan sungguh-sunguh karena hasilnya sangat luar biasa.
Kemudian selain kegiatan yang bersifat fisik ada kegiatan tehabilitasi pembangunan rumah ibadah , ada mesjid dan ada rehabilitasi gereja.
Selain itu ada kegiatan non fisik yang dilaksankan. Kegiatan nonfisik tidak kalah penting dengan yang telah dilaksanakan, karena hal itu merupakan pembangunan fisik karakter hilding.
“Ada beberapa kegiata nantinya akan dilaksanakan, pertama penyuluhan mengenai bahaya narkoba, bahaya HIV dan Narkoba, kemudian wawasan kebangsaan berkaitan dengan faham radikalisme kemudian bagaimana cara menangkal berita hoax dan bagaimana cara kita menajikan berta yang membangun suatu bangsa mejadi satu kesatuan negara tepunlik Indonesia,” pungkas Dandim.
(Bahrun)
