IMG-20251125-WA0008
Reporter : Handono | Editor : Widi Dwiyanto

KARANGANYAR, NEWSMETROPOL.id – Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro hari ini secara resmi membuka Latihan Terintegrasi Antar Kecabangan dengan fokus pada materi Operasi Gerilya Tahun Anggaran (TA) 2025.

Pembukaan latihan ditandai dengan briefing yang dilaksanakan di Lapangan Raden Mas Said, Kompleks Medan Latihan Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (24/11/2025).

Latihan terintegrasi ini akan berlangsung selama lima hari, mulai dari 24 November hingga 28 November 2025.

Upacara pembukaan latihan dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, S.E., M.M., M.Han.

Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan amanat dari Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han.

Baca Juga:  Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Pangdam menyampaikan, bahwa latihan kali ini mengangkat Tema: “Satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro melaksanakan Latihan Terintegrasi Kodam IV/Diponegoro Materi Operasi Gerilya dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok Kodam IV/Diponegoro”.

​Pangdam Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. menjelaskan, bahwa penguasaan operasi gerilya adalah kompetensi krusial.

Latihan ini memiliki Tujuan Utama untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro secara terintegrasi dalam melaksanakan operasi gerilya, guna menghadapi kemungkinan invasi atau penetrasi kekuatan militer asing di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

​Partisipasi satuan dan lokasi latihan antar kecabangan ini melibatkan berbagai unsur satuan tempur, termasuk Batalyon Infanteri (Yonif) 407/Padmakusuma (PK). Prajurit Yonif 407/PK didampingi langsung oleh Komandan Yonif 407/PK, Letkol Inf Sistiyanto Ade Prasiska, S.Hub.Int.

Baca Juga:  Pengosongan Rumah Dinas Mabes TNI di Komplek Slipi Berjalan Tertib dan Sesuai Ketentuan

​Latihan bertempat di daerah Gunung Lawu Komplek, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, dipilih karena medan pegunungannya sangat representatif untuk pendalaman taktik gerilya.

KOMENTAR
Share berita ini :