Tim NASA

Tim NASA seusai pertemuan dengan Bupati Bantaeng Prof DR Ir H M Nurdin Abdullah, M Agr, di kantor APKASI, Sahid Sudirman Centre, jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/1).

Jakarta, Metropol – Tim NASA (Nurdin Abdullah Seleksi Alam) mendatangin Bupati Bantaeng Prof DR Ir H M Nurdin Abdullah, M Agr, di kantor APKASI, Sahid Sudirman Centre, jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (24/1).

Mohd Taufan Andi merupakan inisiator NASA membuka pengantar dengan memperkenalkan diri, dimulai Jufri Genda dan Riswan dari Kaltim, Ahmad Dalle dari Parepare – Sulsel, H Jusman Djannong usahawan Jakarta, Abdul Rakman Sekretaris KKB Jakarta, Amir Amparita dari LSM dan Abdul Salam Ashar Sekjen DPP PKBM serta Imran BAK dari media.

Dalam pertemuan singakt tersebut, Tim NASA dan  Prof Nurdin Abdullah membahas mulai dari awal didorongnya Prof Nurdin maju sebagai Bupati di Bantaeng sampai keberhasilan Prof Nurdin selama memimpin Bantaeng.

Menurut Prof Nurdin, ia tidak pernah kepikiran mau menjadi Bupati, ia hanya ingin berkonsentrasi diperusahaan dimana ia bekerja saat itu. Namun, pada waktu itu, tokoh masyarakat Bantaeng dan mahasiswa, termasuk warga Kerukunan Keluarga Bantaeng (KKB) mendatangi Prof Nurdin untuk memintanya maju sebagai Bupati di Bantaeng.

“Saat itu tokoh masyarakat dan mahasiswa yang memintanya maju sebagai Bupati di Bantaeng. Bahkan pada waktu itu, ada juga tukang becak memintanya maju sebagai Bupati. Alasan tukang becak itu memintanya maju sebagai Bupati karena ia ingin ada perubahan dilingkungan keluarganya,” ujar Prof Nurdin.

Baca Juga:  Sahala : Jangan Mencampurkan Gengsi dan Ego Orang Dewasa ke Dalam Urusan Anak-anak

Sementara itu, inisiator NASA Mohd Taufan Andi, mengatakan, hadirnya NASA se-Jabodetabek, termasuk di Sulsel nantinya untuk mendongkrak elektabilitas Prof Nurdin Abdullah untuk maju sebagai Bacagub Sulsel di Pilkada serentak 2018.

“Tim yang tergabung di NASA akan terus bekerja untuk mendongkrak elektabilitas Prof Nurdin,” kata Taufan.

Sederet keberhasilan yang sudah ditorehkan Prof Nurdin Abdullah untuk Bantaeng

Diketahui, sederet keberhasilan Bantaeng tak lepas dari tangan dingin Prof DR Ir H M Nurdin Abdullah, M Agr yang mulai menjabat Bupati Bantaeng sejak 2008 silam. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 7 Februari 1963 ini ibarat anugerah yang diturunkan untuk “menyulap” Bantaeng yang semula tak pernah diperhitungkan menjadi wilayah purwa rupa (prototype) kesuksesan sebuah pembangunan daerah.

Prof Nurdin mampu membuat terobosan dan perubahan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Sebut saja soal bunga sakura. Siapa yang pernah membayangkan bunga asli Jepang itu bisa tumbuh di Bantaeng. Dia juga menciptakan pelayanan kesehatan 24 jam untuk masyarakat dengan peralatan medis yang modern. Ini hanyalah beberapa “keajaiban” yang dibuat Prof Nurdin, bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor.

Dari sisi infrastruktur, Bantaeng, wilayah yang dulunya dikenal sebagai langganan banjir ini begitu dipimpin Prof Nurdin, label itu langsung sirna. Prof Nurdin mampu membangun dam untuk mengatasi masalah banjir. Contoh lain lagi, Prof Nurdin juga membangun rumah sakit bertaraf internasional.

Baca Juga:  Rudy Hartono Resmi Menjabat Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur Kelas 1A Khusus

Sebagai pakar pertanian, Prof Nurdin jelas punya ghiroh mengubah Bantaeng menjadi sentra hasil pertanian. Dan itu berhasil. Yang tak kalah penting, Bantaeng sekarang menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Dulu, tak pernah ada orang yang berpikir untuk melancong ke daerah ini.

Sederet keberhasilan yang sudah ditorehkan Prof Nurdin untuk Bantaeng menjadi satu bukti bahwa lewat kemauan dan kerja keras serta inovasi perubahan jadi kunci utama. Ditambah lagi, Nurdin dikenal sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan rakyatnya.

Ini jelas menjadi modal tersendiri bagi Prof Nurdin dalam membangun Bantaeng menjadi wilayah maju seperti sekarang. Bukti kedekatan Prof Nurdin dengan rakyatnya terlihat ketika ia menerima keluhan masyarakat di rumah pribadi maupun di rumah dinas tanpa protokoler yang rumit. Hampir setiap hari ia menerima ide maupun keluhan masyarakat.

Tentu saja, rekam jejak Prof Nurdin sebagai orang nomor satu di Bantaeng perlu diapresiasi. Pria yang hingga kini sudah mengantongi lebih dari 50 penghargaan karena kesuksesan dan inovasinya membangun Bantaeng adalah sosok pembawa perubahan.

(Imr)

KOMENTAR
Share berita ini :