IMG-20200309-WA0078

Pekanbaru, NewsMetropol – Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis mengapresiasi ide Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setia Effendi yang menciptakan aplikasi informasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Aplikasi ini dimaksudkan berfungsi memantau kondisi hutan dan lahan di wilayah Riau dari titik api.

“Terima kasih untuk Pak Kapolda Riau, saya carikan jabatan Pak Agung ini, mana jabatan yang terbaik setelah ini,” kata Idham saat meresmikan aplikasi Dasbor Lancang Kuning Nusantara di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Seperti dilansir Merdeka.com, Senin (9/3).

Idham meresmikan aplikasi itu bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur Riau Syamsuar serta Irjen Agung.

Aplikasi ini diharapkan memaksimalkan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Nusantara. Peluncuran aplikasi ini disaksikan 11 Kapolda yang wilayahnya rentan peristiwa karhutla.

Baca Juga:  Kasat Lantas Polres Bone Tutup Pekemahan PKS, Ada Pesan Khusus Untuk Pelajar

Idham menambahkan, Dasbor Lancang Kuning Nusantara merupakan aplikasi yang berisikan informasi titik panas (hotspot) secara real. Aplikasi ii juga bisa menunjukkan lokasi terjadi kebakaran, informasi arah angin dan informasi penanganan karhutla.

“Aplikasi ini sangat memudahkan satgas karhutla dalam melakukan penanganan karhutla itu,” katanya.

Menurut Idham, aplikasi ini sangat penting dimiliki oleh wilayah yang tiap tahun mengalami kebakaran hutan. Itu akan efektif dengan tindak lanjutan yang maksimal.

“Jika telah mengetahui adanya informasi hotspot, kita informasikan ke lapangan dan identifikasi. Letaknya di mana, apakah api atau titik panas yang kemudian dilaporkan kembali ke posko dan dilaksanakan eksekusi pemadaman oleh satgas yang ada di lapangan,” jelasnya.

Dia berharap, TNI Polri, Manggala Agni, BPBD serta pemadam karhutla lainnya selalu sinergitas dan kerjasama di lapangan sangat. Hal itu demi hasil penanganan karhutla lebih maksimal.

Baca Juga:  Polda Banten Sosialisasi Layanan Call Center 110 kepada Masyarakat

“Saya sangat bangga kepada Kapolda Riau. Sebagai pimpinan Polri saya berikan apresiasi dan saya perintahkan langsung seluruh Polda yang rawan (karhutla), belajar ke Riau,” tuturnya.

Untuk diketahui, Dasboard Lancang Kuning awalnya hanya digunakan sebagai aplikasi untuk menangani Karhutla di wilayah Riau. Saat ini Dasbor Lancang Kuning dikukuhkan sebagai aplikasi Nusantara untuk penanganan Karhutla di seluruh Indonesia.

Saat ini, terdapat 11 Polda yang akan menggunakan aplikasi itu. Seperti Polda Aceh, Polda Sumut, Polda Sumbar, Polda Jambi, Polda Sumsel, Polda Kaltim, Polda Kalsel, Polda Kalteng, Polda Kalbar, Polda Kaltara, dan Polda Babel.

Sebelum resmi di-launching 11 polda itu telah mengirimkan personelnya ke Polda Riau untuk dilatih agar mampu menggunakan aplikasi tersebut.

(Red/Sumber)

KOMENTAR
Share berita ini :