Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban, bersama dengan Warga Desa Sumbermujur dalam acara radisi Grebeg Syuro, Ahad (1/9).
Lumajang, NewsMetropol – Warga Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Lumajang melaksanakan tradisi Grebeg Syuro di Wisata Hutan Bambu yang merupakan ikon Desa Sumbermujur, Ahad (1/9).
Tradisi sakral yang dilaksanakan setiap 1 Suro memiliki beberapa rangkaian acara yang dimulai dengan kirab hasil bumi serta disusun menyerupai tumpeng raksasa yang dijejer sepanjang jalan.
Tradisi mengirab hasil bumi yang mereka peroleh dari alam tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala hasil bumi yang melimpah ruah.
Tidak lupa juga disiapkan satu kepala sapi yang nantinya akan dikubur di dekat sumber air yang mengairi sawah dan rumah-rumah masyarakat Sumbermujur.
Berbagai hasil bumi yang telah disiapkan nantinya akan disantap bersama setelah acara doa dan penanaman kepala sapi oleh Kepala Desa Sumbermujur.
Di Desa ini memiliki sumber mata air yang mengeluarkan air 800 liter per detiknya dan dapat mengairi seluruh sawah serta mencukupi kebutuhan pasokan air minum warga sekitar.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, Grebek Syuro di Desa Sumbermujur memiliki kekuatan pariwisata yang tinggi karena adanya tradisi sakral hasil dari budaya masyarakat desa sumbermujur.
“Peringatan Grebeg Suro ini adalah implementasi rasa syukur masyarakat sekitar atas segala hasil bumi dan kekayaan alam yang di berikan tuhan kepada mereka. Mereka meyakini juga dengan penanaman kepala sapi ini akan mencegah mengeringnya Sumber mata air yang dijaga oleh Ulin. Ulin ini adalah sepasang ikan mistis yang dipercaya masyarakat tinggal di sumber mata air ini dan akan keluar sebentar saat peringatan hari 1 Suro,” jelas Arsal.
Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur Safi’i mengatakan acara tradisi Grebek Syuro kali ini diisi oleh pertunjukan Tari Ulin, dimana tarian ini adalah tarian Khas Desa Sumbermujur.
“Sedangkan acara penutupnya makan bersama ingkung atau sejenis Tumpeng tradisional Desa Sumbermujur. 1000 ingkung telah kami siapkan untuk santap bersama masyarakat sekitar. Tema tradisi kali ini kami sebut Bedah Kerawang Sewu Ingkung” ujar Safi’i.
Perlu diketahui bahwa Peringatan Malam 1 Suro atau malam Tahun Baru Hijriah dilaksanakan pada Ahad 1 September 2019.
Peringatan ini menandai pergantian tahun Hijriah. Pada malam 1 Suro, biasanya digelar sejumlah tradisi dan gelaran budaya di masing-masing wilayah untuk merayakan malam yang dianggap sakral itu.
(Red)
