222

Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.IK., MM., MH, saat memberikan sambutan pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan Hari Lahir Nahdatul Ulama (NU) ke-96 di Gedung NU Lumajang, Rabu (3/4).

Lumajang, NewsMetropol – Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.IK., MM., MH, menghadiri dan memberikan sambutan pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam (SAW), dan Hari Lahir Nahdatul Ulama (NU) ke-96 di Gedung NU Lumajang, Rabu (3/4).

“Presiden Afganistan berpesan kepada kita warga Negara Indonesia, agar waspada terhadap isu Hoaks yang beredar pada saat ini, karena Negara mereka ricuh karena Hoaks, akhirnya bunuh-bunuhan, padahal sesama agama,” ucap Kapolres Lumajang saat memberikan Sambutannya.

AKBP. Muhammad Arsal menambahkan, di sela-sela sambutannya, bahwa belakangan ini semakin banyak Hoaks yang bertebaran di media sosial.

“Pengguna media sosial (Medsos) di Indonesia sekitar 40% dari seluruh populasi penduduk Indonesia. Dan setiap individu dari kita hampir tiap hari tidak bisa lepas lebih dari 7 menit dari handphone (ponsel), bahkan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi tidak lepas dari Medsos,” lanjut Muhammad Arsal.

Baca Juga:  Kapolres Lebak dan Forkopimda Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026

Menurut Perwira menengah tersebut, maraknya isu Hoaks yang beredar di masyarakat dikarenakan adanya motif ekonomi. Menurut data yg kami himpun, seseorang bisa mendapatkan pemasukan dari Google Adsense hingga 1 Milyar rupiah dalam Setahun lho, hanya dari menyebarkan isu konten Hoaks yang diproduksi,” ungkapnya.

“Situasi politik bergandeng dengan motif ekonomi, menambah subur produksi Hoaks, karena semakin banyak permintaan,” ungkap Muhammad Arsal.

Penyebar Hoaks menurut Muhammad Arsal, biasanya menggunakan akun-akun palsu. Jika targetnya laki-laki maka menggunakan gambar perempuan yang cantik agar menarik, begitupun sebaliknya.

“Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan indikasi, bahwa daerah yang kental nuansa agamanya itu yang paling tinggi termakan isu hoaks. Hal ini karena terbiasa dengan dogma, jadi harus dipercayai tidak usah di tanya lagi. Itu yang menyebabkan Hoaks mudah di terima,” tambah Arsal.

Kapolres Lumajang juga menyampaikan beberapa tips, dan trik agar tidak mudah terkena berita Hoaks.

Baca Juga:  Polda Banten Gelar Buka Puasa Bersama Ojol dan Ormas, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

Salah satunya adalah masyarakat harus meningkatkan rasa kritis terhadap berita yang ada, jangan langsung ditelan mentah-mentah.

“Selain itu, masyarakat harus menyaring dulu sebelum di share, dengan cara aktiflah bertanya kepada yang ahlinya dalam perilah masalah itu, atau mengenai masalah yang berkaitan dengan berita hal tersebut. Seperti masalah keputusan Musyawarah Nasional Nahdatul Ulama (NU) tentang Kafir yang kemudian di ganyang dan di goreng, dan menjadi banyak hoaks,” lanjut Arsal.

Muhammad Arsal juga berterima kasih terhadap Nahdlatul Ulama (NU), kaum Nahdiyiin, dan tokoh-tokohnya Nahdatul Ulama yang tetap meneguhkan persatuan, kesatuan dan toleransi serta tidak berbau radikal dalam berdakwah.

“Ulama dan Umaro harus bersatu yang merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, tetapi mempunyai tujuan yang sama,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini sendiri mengambil tema dalam rangka Haul Agung Jatman Kabupaten Lumajang dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Hari Lahir Nahdatul Ulama (NU) ke- 96 yaitu “Peran Thoriqoh dalam memperkuat Sendi Agama dan Negara”.

(MP/PolresLumajang)

KOMENTAR
Share berita ini :