Kapolda Sulsel Irjen Polisi Mas Guntur Laupe menjenguk Dicky, mahasiswa Universitas Bosowa yang tertabrak kendaraan taktis polisi di Makassar. (Foto: Humas Polda Sulsel).
Makassar, NewsMetropol – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan biaya perawatan mahasiswa yang ditabrak Barracuda saat aksi unjuk rasa di Makassar pada Jum’at lalu (28/9), Dicky Wahyudi telah dijamin oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.
Lanjutnya, bahkan orang nomor satu di jajaran Polda Sulsel itu berencana menjadikan Dicky sebagai anak asuhnya mengingat Dicky juga sudah tidak mempunyai ayah.
“Apalagi adik mahasiswa ini bapaknya sudah meninggal dunia. Kasihan dia anak yatim,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, seperti dilansir Kumparan, Ahad (29/9).
Selain mengangkat mahasiswa jadi anak asuh, Irjen Guntur Laupe juga akan mengangkat anak driver ojol yang ditabrak Barracuda.
Kata Dicky, biaya pendidikan anak driver ojol juga akan ditanggung oleh Irjen Guntur.
“Anak mahasiswa korban laka lantas akan dijadikan anak angkat oleh Bapak Kapolda. Sungguh mulia hati Pak Guntur. Semoga barokah,” ujar Dicky lagi.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa mahasiswa dan warga di Makassar, Jumat (27/9), Sulawesi Selatan, berakhir ricuh. Seorang mahasiswa harus dirawat di rumah sakit karena tertabrak kendaraan taktis polisi.
Mahasiswa yang tertabrak Barracuda polisi itu atas nama Dicky Wahyudi. Ia merupakan mahasiswa Universitas Bosowa angkatan 2018.
Dicky saat ini dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina. Dicky kini harus menjalani operasi. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, juga sempat menjenguk dan melihat kondisi Dicky di rumah sakit.
(Red)
