Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si, pada pembukaan Pelatihan Pra Oprerasi Ops Ketupat Siamasei, di Aula Mapolda Sulbar, Rabu (30/5).
Mamuju, NewsMetropol – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme personil guna mewujudkan situasi yang aman, tertib dan lancar jelang operasi Ketupat siamasei 2018, Polda Sulbar menggelar pelatihan pra operasi.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si di dampingi Wakapolda dan Irwasda Polda Sulbar, Rabu (30/5) di Aula Mapolda Sulbar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para pejabat utama, para perwira jajaran Polda Sulbar yang terdiri Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Lantas dan peserta pelatihan yang hadir.
Gelar pelatihan kali ini mengangkat tema “melalui pelatihan pra operasi ini, kita tingkatkan profesionalisme polri dalam rangka pengaman idul fitri 1439 H guna mewujudkan situasi yang aman, tertib dan lancar”.
Kapolda Sulbar diawal sambutannya mengucapkan kepada para perserta latihan Pra Operasi yang beragama Islam “selamat menunaikan ibadah puasa” di bulan Ramadhan 1439 H.
Dia berharap melalui momentum Ramadhan ini, akan semakin mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subuhanahu Wataalah serta terus bertekad untuk menjadikan pelaksanaan tugas sebagai ibadah dan wahana dalam mengimplementasikan nilai – nilai kebaikan.
Kegiatan pelatihan pra operasi ini, merupakan salah satu kegiatan dalam tahapan proses manajerial yang harus dilaksanakan, dalam rangka menyamakan persepsi dan cara bertindak sehingga anggota di lapangan benar-benar mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab yang diembannya sekaligus guna meningkatkan kemampuan profesionalisme para petugas dilapangan.
“Tujuannya, tentu agar terciptanya kesuksesan penyelenggaraan operasi Ketupat Suamasei – 2018 guna terwujudnya rasa aman, nyaman dan kondusif pada perayaan Idul Fitri 1439 H dapat tercapai,” tutur Kapolda.
Disamping itu, Kapolda juga mengapresiasi seluruh jajarannya atas kerja keras yang dilakukan selama ini demi mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan petasan dan balapan liar selama bulan ramadhan sehingga situasi tetap aman dan kondusif.
“Menjadi kesyukuran untuk kita semua di Sulawesi Barat, bersamaan dengan kondisi wilayah yang aman dan kondusif, kita tidak seseibuk dengan daerah yang ada dipulau jawa. Namun kondisi tersebut jangan sampai membuat kita lengah karena ancaman dan gangguan bisa datang kapan saja khususnya ancaman terorisme,” terangnya.
Kapolda juga berharap agar peserta meningkatkan kebersamaan, persaudaraan, saling bahu membahu, tolong menolong, saling menghargai dan mengingatkan satu sama lain, in syaa allah akan mendapat rahmat dan ridho Allah Subuhanahu Wataalah.
“Hal ini sesuai dengan falsafah bugis ” pada idi pada elo, sipatuo sipatokkong, lilu sipakainge’, mali siparappe, enrengnge resopa tammangigngi nalatei pammasena dewata”. Falsafat ini juga senada dengan pataka Polda Sulbar yaitu Siamasei,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, bahwa perayaan lebaran yang jatuh pada tanggal 17 dan 18 juni 2018 memiliki nilai kultural bagi masyarakat sulbar yang sering diwujudkan dalam momentum silahturahmi baik antar pribadi maupun keluarga dan masyarakat.
“Sehingga akan memicu terjadinya mobilitas massa untuk merayakan lebaran di kampung masing-masing, baik menggunakan jalur darat, laut maupun udara. Aktivitas tersebut berimplikasi pada munculnya berbagai potensi kerawanan, baik dari segi kriminalitas maupun kamseltibcar lantas,” terang Kapolda.
Dia berharap melalui operasi yang akan dilaksanaan kedepan, diharapkan dapat terwujud kondisi kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman, serta ditandai dengan berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pada saat arus mudik dan arus balik.
Selanjutnya, kepada para peserta lat pra ops, ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sampai dengan akhir pelatihan serta manfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya, untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan guna mencari solusi yang terbaik dalam rangka terwujudnya rasa aman, nyaman dan kondusif pada perayaan Idul Fitri 1439 H
“Tangani permasalahan dengan cepat tapi jangan sembrono,” tutup Kapolda.
Usai sambutan Kapolda, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari masing-masing pejabat utama yang dilibatkan terkait teknis, pencegahan ancaman dan sebagainya guna mendukung kesuksesan operasi ketupat kedepan.
Sementara itu, Karo Ops Polda Sulbar melalui Kabid Humas AKBP Hj. Mashura, SH menjelaskan bahwa pelatihan pra operasi ketupat siamasei 2018 akan berlangsung selama 2 hari.
“Waktu yang singkat ini diharapkan akan dapat menyatukan persepsi seluruh peserta pelatihan,” ujarnya
Untuk diketahui, Operasi Ketupat Siamasei 2018 akan berlangsung 18 hari dimulai dari tanggal 7 hingga 24 juni 2018.
(Kamal/Humas Polda Sulbar)
