Wagub NTB

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mempimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, di Ballroom Hotel Grand Legi, Selasa (22/10).

Mataram,NewsMetropol – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mempimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, dan Tim Pelaksanaan Kejiwaan Masyarakat (TPKJM) Tingkat Provinsi  NTB yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Legi, Selasa (22/10).

Wakil Gubernur NTB yang menjadi keynote speaker pada Rakor tersebut, menyampaikan bahwa program Revitalisasi Posyandu akan lebih maksimal hasilnya dengan memberdayakan dana desa.

“Kalau kita lihat sekarang anggaran itu, telah tersebar sampai ke seluruh desa, yang mana kewajiban dana desa tersebut salah satunya untuk hal yang berhubungan dengan kesehatan,” ujar Wagub yang biasa disapa Umi Rohmi tersebut.

Rakor tersebut juga dalam rangka pembagian peran terkait program Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste di Pemprov dan Kabupaten/Kota di NTB.

Umi Rohmi menerangkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB menjadikan Revitalisasi Posyandu sebagai salah satu program yang benar-benar diperjuangkan.  “Melalui revitalisasi ini, kita bisa menangani lingkup dusun dengan cermat, dengan detail, degan serius,” ujarnya.

Baca Juga:  Motivator Ketut Abid Halimi Gugah 7.000 Tokoh Riau dalam Doa Keselamatan dan Kebangkitan Nusantara

Melalui Posyandu juga, tidak hanya permasalahan kesehatan yang dapat dideteksi lebih dini, tapi juga masalah sosial yang ada di masyarakat.

“Jadi yang namanya revitalisasi posyandu ini benar-benar kita revitalisasikan, kita fungsikan, berdayakan, kita anggap dia menjadi instrumen yang sangat penting lingkup dusun, mengapa ini akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa jika kita serius,” tutur Umi Rohmi.

Wagub NTB juga menyinggung 2 (dua) Kabupaten/Kota yang menjadi kantong penyumbang angka kematian bayi dan ibu hamil terbesar di NTB. Dua Kabulaten/Kota yang di maksud adalah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Tingkat Kematian Ibu Hamil Dan Bayi Di Loteng Dan Lotim Terbesar Dari 10 Kabupaten/Kota Di NTB Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi penyumbang angka kematian ibu dan bayi tertinggi dari 10 Kabupaten Kota di NTB.

Hal ini di sampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Koordinasi Posyandu, Zero Waste Dan TPKJM Tingkat Provinsi NTB di Hotel Grend Legi Mataram, (24/10).

Baca Juga:  Motivator Ketut Abid Halimi Gugah 7.000 Tokoh Riau dalam Doa Keselamatan dan Kebangkitan Nusantara

“Dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di NTB, kantong angka kematian ibu hamil dan bayi terbesar ada di Lombok Timur dan Lombok Tengah”, ungkapnya.

Ia pun menambahkan, angka kematian bayi 55% di Lombok Timur dan Lombok Tengah dan angka kematian ibu hamil 70% ada di Lombok Timur dan Lombok Tengah, yang lain itu sisanya.

“Kalau saya tidak hilaf, angka kematian bayi 55% ada di Lotim dan Loteng dan angka kematian ibu hamil 70% ada di Lotimdan Loteng dari seluruh wilayah NTB.

Pada kesempatan itu juga, Umi Rohmi berharap agar setelah digelar Rakor, Pemda di 10 Kabupaten/Kota di NTB langsung mempersiapkan sterateginya masing-masing dalam bersama-sama mewujudkan Posyandu Keluarga dan Zero Waste di NTB.

Rakor ini diikuti oleh Asisten Perekonomian dan Umum Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Setda  NTB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan masing-masing enam orang perwakilan dari Kabupaten/Kota di NTB.

(Amrin)

KOMENTAR
Share berita ini :