Junaid Nekad Habisi Sahabatnya Sendiri

Foto ilustrasi. Dok : net.

Pangkep, NewsMetropol – Junaedi Appatunru menduga peristiwa pembacokan yang merenggut nyawa ayahnya (Jamaluddin Nuru red) telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku (Junaid).

Kata dia, pelaku bahkan sebelumnya pernah mengancam korban tetapi telah didamaikan oleh aparat Desa Jennae, Pangkep dalam suatu musyawarah.

“Bapak kan kalau datang dari Makassar selalu ketahuan melalui kendaraannya yang sudah terlihat dari jauh,” ujar Jun (anak korban) sapaan akrabnya kepada NewsMetropol, Kamis (13/12).

Lanjut Jun berdasarkan informasi yang diperolehnya, saat insiden pembacokan itu terjadi, pelaku sedang membajak sawahnya dengan handtraktor.

“Dia itu lagi membajak sawahnya saat bapak saya (korban red) datang,” ujar Jun lagi.

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Banten Ungkap Praktik Pungli di Kawasan Industri PT. Nikomas Gemilang, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

Kata Jun, mengetahui ayahnya datang, pelaku yang sebelumnya sudah mempersiapkan diri langsung mendatangi dan menebas ayahnya dengan parang.

“Sepertinya bapak sempat menangkis karena kedua pergelangan tangan penuh dengan sayatan parang dan beberapa jarinya putus. Karena bapak tidak menduga akan diperlakukan seperti itu, akhirnya bapak menghembuskan napasnya oleh kebiadaban pelaku,” jelasnya.

Jun menerangkan selain kehilangan jari, jasad ayahnya juga dipenuhi luka di sekujur tubuhnya.

“Tubuhnya dicincang dan ada luka di belakang kayak luka bekas seretan. bahkan jari yang hilang baru dicari pada saat ayah saya berada di rumah sakit untuk divisum,” terang Jun.

Jun juga menepis pernyataan pelaku yang menyebut ayahnya terkesan curang.

Baca Juga:  Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polda Banten Hentikan Laporan terhadap Wali Kota Serang

“Bapak ke sana hanya mengisi waktu pensiun saja, tidak ada itu penjualan rumput gaja. Bapak hanya menyalurkan hobi beternak sehingga kalau dia kesana cuma kasih makan hewan ternaknya,” tuturnya.

Bahkan Jun menyebut jika lahan yang dipakai oleh pelaku sebenarnya lahan keluarganya yang sengaja dipinjam pakaikan kepada pelaku.

Jun berharap kasus yang menyebabkan dirinya kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidupnya dapat diselesaikan dengan seadil-adilnya.

“Kami mengikhlaskan kepergian bapak, tetapi kami mengharapkan keadilan yang setimpal dengan kebiadaban pelaku,” pungkasnya.

(Jamal)

KOMENTAR
Share berita ini :