FIN Beri Energi Positif Bagi Masyarakat

Pemukulan gong oleh Wapres JK sebagai tanda dilounchingnya Fajar Indonesia Networking (FIN), Selasa, (4/9).

Jakarta, NewsMetropol – Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla (JK) meluncurkan Fajar Indonesia Networking (FIN) di Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka Selatan No.17, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, (4/9).

Kegiatan peluncuran media online berbasis teknologi modern tersebut dihadiri oleh puluhan pemilik saham perusahaan baik media cetak maupun media online.

Mengawali sambutannya, CEO FIN, HM. Alwi Hamu mengajak tamu dan undangan membacakan Alfatihah dan mendoakan tokoh wartawan dan mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), almarhum Sofyan Lubis, yang wafat dan dimakamkan kemarin di TM Kalibata.

“Fajar Indonesia Networking (FIN) ini adalah grup Jawa Pos, JPN, Rakyat Merdeka dan lain-lain,” kata Alwi.

Alwi kemudian bernostalgia, bahwa dahulu, kantor berita Antara ini sepi.

“Berita yang kita muat di daerah bersumber dari kantor ini, berita kemarin atau dua hari atau sepekan yang lalu,” ujarnya.

Lanjutnya, dahulu, ada wartawan yang sangat menyukai bunyi mesik ketik karena dari bunyi itu wartawan bisa mendapatkan inspirasi untuk menulis.

“Dulu, foto, maksimal dicuci cetak hingga 20 kali. Dulu berita masuk dalam bentuk faksmile, diketik ulang dan berita dicetak dalam bentuk koran,” ujarnya lagi.

Kini kata dia, masih ada sedikit penduduk di beberapa wilayah yang masih butuh koran cetak karena kemajuan teknologi belum sampai ke mereka.

Masih kata Alwi saat ini, semua berita online, bisa disajikan seketika, terbaru, dan kita terus mengadakan inovasi dan terus melakukan eksperimen untuk “Bijak di garis yang tidak berpihak”.

“Dalam memberitakan berita. Dulu kita kenal tagline, “bad news is good news,” bisa tembus hingga 300.000 oplah cetaknya. Tapi, itu kita ubah semua menjadi, “good news is the best news.” How to spell it, tinggal bagaimana menjelaskannya,” jelas Alwi.

Alwi juga menyebut bahwa inovasi yang dilakukannya adalah implementasi dari salah satu misi dan pesan utama Wakil Presiden JK, yakni semoga upaya seperti hari ini, Indonesai terus terjaga dan tetap utuh.

“Seperti yang selalu disampaikan oleh pak JK. Ini adalah era disruption, semua perubahan dan berita internasional diambil di onlinedan berita lokal diambil oleh wartawan daerah. Semuanya dapat disajikan seketika, terbaru, terhangat. Peluncuran FIN ini untuk informasi positif yang dapat menyatukan kita semua. Terima kasih pak JK, pak Ketua MPR RI dan hadirin semuanya,” pungkas Alwi, yang disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Wapres JK mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi langkah dan inovasi dari Alwi Hamu dan kawan-kawan.

“Hari ini kita menyaksikan peresmian dan peluncuran FIN, inovasi Alwi dan kawan-kawan. Masa kini adalah masa inovasi dan persaingan, tercepat dan harus paling baik. Media yang baik adalah yang beralih dari berbagai segmen,” katanya.

JK mengaku bahwa hingga saat ini dirinya masih aktif mengikuti perkembangan informasi melalui media cetak.

“Saya masih aktif setiap pagi baca koran cetak tapi anak dan cucu saya membacanya di gadnet-nya,” imbuhnya.

Dia pun mengatakan bahwa jika dahulu kita sering membaca berita yang basih, namun saat ini  kita bisa membaca berita dan informasi terbaru.

“Kita apresiasi, dulu Fajar adalah koran terbitan lokal, merangkak dari Indonesia Timur, kini sudah menjangkau tingkat nasional, besar dan memerlukan banyak orang yang inovatif,” puji JK.

Dia juga mengatakan bahwa koran itu harus smart, membawa misi intelektual, memuat analisa dan tempat berpikir.

Oleh karenanya menurut JK, awak media kini harus lebih pintar dan mampu menganalisis berita dan masalah yang bisa timbul.

“Harus punya kemampuan intelektual, memuat nasehat dan analisa agar pembaca menjadi pintar bukan memuat berita yang memprovokasi (provokatif). Arahnya, koran harus full teknologi dan mencerdaskan pembaca, bangsanya,” lanjut JK.

“Koran di luar negeri di Singapura dan Whasington, itu ditulis oleh wartawan yang bisa menganalisis berita. Semua dianalisa. Itu menjadi bahagian dari pencerdasan,” tegas JK.

JK berharap FIN mampu memberi informasi yang baik, jujur, dan terpenting mampu mencerdaskan pembaca dan bangsanya.

“Bangsa yang sehat adalah bangsa yang cerdas. Kritik boleh dimuat karena bangsa ini juga perlu masukan dari media.Tampilkan media yang baik dan mencerdaskan,” pesan JK.

Nampak hadir dalam peluncuran FIN antara lain Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Sekjen Gapensi Pusat Andi Rukman N. Karumpa, Zulkifli Gani Otto, Syafiuddin Makka, Wahidah Laomo, Jusman Djannong, Tamrin Barubu, Salam Dalle, Hj. Maryam Benny, Mansyur Abdullah dan Helmi.

(M. Saleh Mude/Imran BAK)

KOMENTAR
Share berita ini :