Reporter : Handono | Editor : Widi Dwiyanto
PEKALONGAN, NEWSMETROPOL.id – Akses vital 5.000 warga Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, kembali pulih setelah Jembatan Perintis Garuda diresmikan oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin bersama Plt. Bupati Pekalongan Sukirman, Kamis (23/07/2026).
Jembatan yang dibangun menggantikan akses lama yang putus diterjang banjir bandang pada Januari 2025 itu diharapkan kembali memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga dan peninjauan langsung jembatan oleh Pangdam IV/Diponegoro didampingi Plt. Bupati Pekalongan Sukirman, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan. Setelah seremoni, rombongan bersama tamu undangan menyeberangi jembatan sebagai simbol dibukanya kembali akses penghubung antara Dukuh Galangwolu dan Dukuh Sebetok yang sempat terputus akibat banjir bandang.
Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut dibangun menggantikan jembatan lama yang hanyut diterjang banjir pada 20 Januari 2025. Selama lebih dari satu tahun, warga harus memutar perjalanan hingga sekitar 40 menit untuk menuju pusat desa maupun wilayah sekitarnya.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari Program Strategis TNI Angkatan Darat untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
“Kehadiran jembatan ini menjadi urat nadi yang menyatukan kembali akses warga. Kami berharap roda perekonomian, akses layanan pendidikan, dan kesehatan warga dapat segera pulih demi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Achiruddin menegaskan, seluruh pembangunan yang dilakukan TNI merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
“TNI mulai dari Kodam, Korem hingga Kodim bekerja dengan tulus dan ikhlas. Kami tidak punya niat apa pun dan tidak meminta imbalan dari masyarakat. Niat kami murni membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena TNI berasal dari rakyat dan berkewajiban membantu mengatasi kesulitan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi menjelaskan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 5.000 warga. Sebelum jembatan dibangun, salah satu dukuh di Desa Galangpengampon sempat terisolasi sehingga masyarakat harus menempuh perjalanan memutar sekitar 40 menit untuk menuju pusat desa.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, jembatan tersebut tidak hanya memulihkan akses masyarakat, tetapi juga memangkas jarak tempuh menuju Kecamatan Wonopringgo, Karanganyar, hingga kawasan Batalyon 407.
“Sesungguhnya jalur ini tembus ke Asrama Batalyon 407. Kalau ini sudah terkoneksi, warga menuju Wonopringgo, Karanganyar, dan seterusnya tidak perlu memutar. Jadi sungguh-sungguh bermanfaat dan terkoneksi dengan baik,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jembatan ini sudah dibangun dan diberikan kepada kita. Tinggal kita manfaatkan dengan baik, lalu yang tidak kalah penting kita jaga dan rawat bersama. Kalau ada pihak yang mencoba merusak fasilitas ini harus ditegur, karena jembatan ini sangat bermanfaat sebagai jalur komunikasi dan perekonomian masyarakat,” ujar Sukirman.
Selain peresmian jembatan, kegiatan juga dirangkai dengan pembagian sembako bagi warga kurang mampu, santunan anak yatim, bazar pasar murah, serta layanan pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah kepada masyarakat.
