Lombok Barat, NewsMetropol – Menjelang perhelatan World Super Bike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bulan November mendatang, Lombok Barat (Lobar) optimis mencapai target 70 persen masyarakat yang di vaksin.
Keoptimisan tersebut terlihat gencarnya Lobar melakukan berbagai upaya dilakukan salah satunya meningkatkan koordinasi antara pemda, Polri dan TNI.
“Selain koordinasi yang ditingkatkan antar Forkopimda Lobar, Pemda Lobar juga telah mengumpulkan para Kepala Desa se-Lombok Barat guna memberi pengarahan untuk bersama-sama mensukseskan vakasinasi yang telah ditargetkan,” kata Bupati Lobar H. Khalid usai menggelar Apel Gebrak vaksin di Lapangan Kantor Bupati Lobar, Kamis (30/09/2021).
Lobar, kata dia, juga telah menyiapkan tim mobilisasi massa guna mengarahkan masyarakat yang mempunyai NIK untuk mengikuti vaksinsi. Selain tim mobilisasi massa yang disiapkan, di Lobar sendiri melakukan vaksinasi secara jemput bola untuk masyarakat yang berada di pelosok atau mendatangi warga yang akan di vaksin.
Untuk tim administraor vaksinasi, Lobar sudah menyiapkan sekitar 300 orang yang terdiri dari TNI, Polri dan dari Pemda baik PNS maupun non PNS yang hari ini di Bencingah Agung dilakukan bimbingan teknis petugas administrator.
“Sedangkan untuk Tim Vaksin Lobar sendiri menyiapkan sekitar ratusan tim vaksin yang terdiri dari Pemda, Polri dan TNI. Dan transportasi mobil juga didkung oleh armada yang ada di masing-masing Puskesmas sekitar 22 unit mobil sebagai transportasi vaksinasi,“ imbuhnya.
Terkait kepotimisan Pemda Lobar itu, Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan nantinya Kabupaten Lobar pasti sudah selesai sebelum WSBK berlangsung atau pertengahan Oktober sudah mencapai target atau sekitar 70 persen.
“Per kecamatan itu sanggup sampai 4.000 hingga 5.000 per hari, kita targetkan sebelum Super Bike pertengahan Oktober sudah selesai, minimal 70 persen,” kata Iqbal.
Dilanjutkan Kapolda NTB, bahwa nanti NTB kedatangan sekitar 176.000 dosis vaksin. Vaksin tersebut akan dipasok ke Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.
“Tidak ada ragu lagi ketersediaan vaksin, sudah di drop Kemenkes,” cetusnya.
(Masyath)
