Kondisi Jalan Simbuang – Mappak, Kabupaten Tana Toraja.
Tator – NewsMetropol – Kondisi alam Tana Toraja yang berbukit menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat pengguna jalan.
Beberapa ruas jalan yang berkelok-kelok mengitari perbukitan tersebut adalah sebuah pemandangan yang paling sering didapati para pengguna jalan utamanya di bagian barat Kabupaten Tana Toraja.
Namun keindahan ini seakan tidak berarti karena akses jalan menuju perbukitan itu sangat memprihatinkan.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan di Tana Toraja, yang mengakibatkan longsor dan bencana lainnya.
Sudah beberapa Pemerintahan berganti Bupati, masyarakat wilayah Barat Kabupaten Tana Toraja masih mengeluhkan transportasi.
Terakhir yang paling maksimal dilakukan Pemkab Tator adalah pembukaan dan pelebaran jalan tahun 2003, yang dikenal dengan jalan lingkar.
Sejalan dengan berjalannya waktu, tidak ada peningkatan status jalan yang signifikan di wilayah-wilayah tersebut.
Berbagai cara sudah dilakukan masyarakat, kelompok pemuda, bahkan komunitas medsos turut membeberkan pendapat-pendapatnya tentang kepedulian Pemkab Tana Toraja terhadap kondisi jalan yang sangat tidak layak untuk dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat.
Alhasil, Pemkab Tana Toraja Tahun Anggaran (TA) 2018 telah mengucurkan anggaran Rp 12 Miliar diperuntukkan untuk pembenahan jalan di wilayah Kecamatan Simbuang – Mappak.
Hal ini diungkapkan Victor Datuan Batara, SH dalam akun resminya pada salah satu grup medsos beberapa waktu lalu.
Menurutnya, memang beberapa spot yang jalannya sangat rusak, khususnya wilayah Simbuang-Mappak telah dianggarkan 12 M.
Masih kata Victor, kami juga sedang memperjuangkan melalui teman-teman di Komisi IV dan Komisi V DPR RI.
“Mudah-mudahan ada tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jalur tersebut,” harap Victor Datuan Batara, SH.
(FB)
