IMG-20220119-WA0002

Penulia : Efraim Baitanu | Editor : Febry Ferdyan

NTT, newsmetropol.id – Cuaca hujan di sertai angin, guntur kilat satu pekan terakhir di awal bulan Januari 2022 mengakibatkan 8 titik ruas jalan Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi NTT mengalami longsor dan putus total tidak bisa dilewati warga, sehingga terpaksa warag harus menempuh jalur alternatif.

Demikian dijelaskan Kaban BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Drs. Yery Nakamnanu, MSi., pada Selasa (18/01/2022).

Yery menjelaskan, bahwa intensitas hujan pada satu pekan terakhir di awal tahun 2022 ini sangat tinggi disertai guntur kilat itu sebabnya 8 titik ruas jalan Kabupaten mengalami longsor dan putus total mengakibatkan masyarakat sulit betaktifitas, masyarakat terpaksa menempuh jalur alternatif yang hanya bisa dilalui oleh manusia dan kendaraan roda dua sedangkan kendaraan roda empat ke atas tidak bisa melewati titik jalan tersebut.

Baca Juga:  Bocah 5 Tahun di Pekalongan Meninggal Dunia Diduga Usai Digigit Ular Weling Saat Tidur

Kendati demikian menuruy Yery agar masyarakat tidak kesulitan beraktifitas maka pihaknya jauh sebelumnya telah berkordinasi dengan dinas tehknis yakni Dinas PUPR Kab untuk bersa-sama menyisir ke 8 titik jalan yang mengalami longsor dan putus untuk melakukan perbaikan.

Menurut Yery 8 titik atau ruas jalan yang putus akibat longsor hujan badai yakni ruas jalan Desa Pika Kecamatan Mollo Tengah, ruas Jalan Desa Naip Kecamatan KiE, deker dan jembatan Desa Fatukoko Kecamatan Mollo Barat, Banjir di Toinunuh Desa Bena Kecanatan Amanuban Selatan meremdam 15 rumah

“Banjir inu juga akibatkam luapan danau merendam 10 rumah di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan dan ruas jalan poros tengah di titik Oekiu ,Kobe Ob Kecamatan Amanatun Selatan yang menghubungkan 5 kecamatan di jalur selatan Kab. TTS,” jelasnya.

Baca Juga:  Bocah 5 Tahun di Pekalongan Meninggal Dunia Diduga Usai Digigit Ular Weling Saat Tidur

Yery menceritakan, dari 8 titik jalan deker, dan jembatan yang mengalami musibah bencana longsor, pihaknya melalui BPBD serta Dinas PUPR sudah melakukan perbaikan di titik jalan tersebut yakni membuat jalan aletrnatif sehingga aktifitas masyarakat sudah kembali normal, namun tersisa satu titik yakni titik jalan Oekiu Kobe Ob di antara Desa Toi dan Desa Nifuleo yang merupakan jalan poros tengah penghubung 5 Kecamatan yakni Amanatun Selatan, Fautmollo, Santian, Boking,Toianas, belum dilakukan perbaikan di sebabkan karena cuaca saat ini masih buruk dan hujan badai settiap hari sehingga menyulitkan tim sulit turun ke lokasi

“Kami berharap dalam minggu ini cuaca sudah pulih sehingga tim bisa turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan sehingga masyarakat tidak terisolir dan dapat beraktifitas kembali seperti biasa,” utup Yery.

KOMENTAR
Share berita ini :