IMG-20200113-WA0042

Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis bersama Ustadz Das’ad Latief.

Jakarta, NewsMetropol – Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo menilai instruksi Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis agar anggotanya tidak pamer gaya hidup mewah di media sosial dipandang sebagai langkah bagus untuk membuat perubahan mental.

“Instruksi agar Polri tidak pamer gaya hidup mewah sebenarnya terlihat sederhana, tapi sebenarnya sedang melakukan perubahan besar soal mental,” katanya seperti dilansir kabarpolisi, Ahad (12/1).

Dahroni menilai, rekam jejak Kapolri Idham Azis sangat bagus. Tak hanya rekam jejak memberantas terorisme seperti Operasi Camar Maleo untuk menangkap kelompok Santoso hingga Operasi Tinombala di Poso, tetapi juga mampu menata jajaran Polri untuk terus lebih baik lagi.

“Ada revolusi mental yang dilakukan. Prestasi Kapolri dua bulan ini sangat bagus, tidak heran Komisi III DPR secara aklamasi setuju Idham jadi Kapolri,” lanjutnya.

Hal paling fenonemal, sambung Dahroni, adalah kemampuan Idham Azis dalam mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan, yang kasusnya sudah hampir tiga tahun, atau dua tahun delapan bulan.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Menurutnya, prestasi ini merupakan salah satu prestasi besar Idham dalam mengungkap kasus mangkrak yang selama ini menjadi perhatian publik.

“Idham harus diapresiasi, sebab kasus ini menemukan titik terang di masa Idham. Idham memberikan jawaban dengan kinerja terhadap orang yang sebelumnya meragukannya,” pujinya.

Dahroni juga memuji Idham yang terus melakukan reformasi internal, khususnya reformasi kultural sehingga mengubah wajah polisi di depan publik.

Dahroni meyakini bahwa Mantan Kabareskrim ini mampu menangani kejahatan-kejahatan terkait kelompok-kelompok radikal dan jaringan teroris, kejahatan siber, kejahatan transnasional termasuk narkoba, dan kejahatan-kejahatan konvensional.

“Rekam jejak Idham menunjukkan kemampuan itu. Dan jejak Idham memulai awal tahun dengan kinerja prestisus. Ini harus kita apresiasi,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, tokoh nasional yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait atau akrab dipanggil Ara, yang dikenal dekat dengan Kapolri memberikan penilaian yang sama.

Maruarar mengaku mengenal Idham, selain sebagai orang baik, juga merupakan sosok yang tegas dan berani.

Baca Juga:  Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

“Ia juga sangat profesional. Waktu saya menghadiri undangan pelantikan Kapolri oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Pak Idham bilang sama saya, bahwa sebenarnya ia tak mau menjadi Kapolri. Namun ia juga mengatakan akan menggunakan jabatan Kapolri ini dengan selon, artinya berani dan siap mengambil resiko untuk menjaga Indonesia,” ungkap Ara.

Menurut Ara, pengungkapan kasus Novel Baswedan juga merupakan salah satu bukti keberanian dan sikap adil Idham, yang akan menindak siapa saja pelakunya dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Maruarar juga mengapresiasi sikap tegas Idham yang yang mau memecat Polda dan Polres bila terbukti minta jatah proyek sehingga Polri memberikan kepastian hukum dan investasi.

“Kapolri ini sosok yang antara perkataan dan perbuatannya sejalan dan seiring. Artinya Idham merupakan sosok yang komitmen dan konsisten sehingga bisa diikuti oleh seluruh jajaran,” pungkas Ara.

(Red/Sumber)

KOMENTAR
Share berita ini :