20200527_115509

Jakarta, NewsMetropol – Syarifuddin Daeng Punna (SaDaP) menyebut insiden pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19 di RS Labuang Baju merupakan peristiwa yang memilukan.

“Kejadian tersebut sungguh menyayat hati, petugas medis diperhadapkan dengan situasi yang tidak menguntungkan sebab masyarakat sudah capek dengan kondisi yang dihadapi saat ini, apalagi label PDP, OTG tidak menjamin hasil laboratoriumnya positif Covid-19,” ujar SaDaP kepada NewsMetropol, Jum’at (5/6).

Menurutnya, Rumah Sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 mestinya memahami psikologi masyarakat saat ini.

“Masyarakat kita butuh kepastian dalam hal penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tidak serta merta pasien yang berstatus PDP dikuasai oleh pihak rumah sakit, seharusnya langkah yang ditempuh adalah dengan cara duduk bersama antara pihak RS dan keluarga pasien untuk diberikan pemahaman terkait prosedur penanganan,” ujarnya lagi.

Untuk itu dia menyarankan agar kedua belah pihak mendudukkan perkara tersebut secara profesional dan transparan dalam nuansa kekeluargaan.

“Agar tidak terjadi lagi maka pihak rumah sakit sebaiknya memanggil semua petugas medis, pihak keluarga dari pasien untuk mendudukkan perkara ini secara profesional dan transparan agar tidak ada lagi kontroversi yang muncul dibelakang hari,” jelasnya.

SaDaP juga mengatakan bahwa Rumah Sakit hendaknya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menangani pasien kategori PDP meskipun memiliki SOP.

“Saya rasa meskipun ada prosedur yang diberlakukan oleh petugas medis dalam penanganan pasien PDP tapi tolong diingat bahwa mereka punya keluarga dan keluarga tentu akan bersikeras agar jenazah diurus sendiri apalagi tidak ada hasil dari laboratorium bahwa yang bersangkutan tertular covid 19, dengan melihat riwayat penyakitnya pasien ternyata terserang penyakit jantung olehnya itu para petugas medis tolong lihat sisi kemanusiaannya, mari memanusiakan manusia sebab hanya binatang yang diperlakukan demikian,” imbuhnya.

Dia pun meyakini bahwa setiap permasalahan yang dihadapi pasti dapat diatasi tanpa kegaduhan bila menggunakan pendekatan kekeluargaan dan transparansi atas hasil diagnosa dokter.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :