Ini Kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian Tentang Sosok JK

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), saat menerima phigura dari Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian pada acara tradisi purna tugas, di Auditorium Mutiara, PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum’at (18/10).

Jakarta, NewsMetropol – Menjelang berakhirnya masa jabatan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Kepolisian Republik Indonesia menggelar tradisi purna tugas sebagai bentuk penghormatan kepada JK, di Auditorium Mutiara, PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum’at (18/10).

Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian memaparkan semua dedikasi JK bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Jenderal Tito menyebut bahwa JK merupakan salah satu negarawan sekaligus politikus yang dimiliki NKRI.

“Beliau mediator dalam berbagai konflik,” ujarnya.

Baca Juga:  Viral Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Wanasalam, Ini Penjelasan Kasihumas Polres Lebak

Tito juga mengatakan bahwa JK merupakan tokoh sentral dibalik keberhasilan perdamaian di Aceh, Poso dan Ambon.

Bahkan, orang nomor wahid di tubuh Polri itu menilai JK sebagai sosok yang komplit.

Kata Tito, Pemilik Kalla Group tersebut bukan sekadar pengusaha sukses, tetapi sudah menjadi salah satu konglomerat di Indonesia.

Lanjut Tito, karena kepiawaian dan loyalitasnya, di bidang politik juga JK telah mencatatkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar ke-8 periode 2004-2009.

Tito juga memuji sosok JK yang mengedepankan profesionalitas saat bekerja. Karena itu, JK dipercaya memegang berbagai jabatan strategis.

“Beliau ini birokrat yang sangat matang, pernah jadi Kepala Bulog dan Menko (Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat). Yang fenomenal, satu-satunya wakil presiden yang menjabat dua kali,” terang mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Baca Juga:  Kapolda Banten Ucapkan Selamat HUT ke-27 Kota Cilegon, Tekankan Semangat Kolaborasi dan Inovasi

Terakhir, Kapolri mengapresiasi jiwa sosial yang dimiliki Wapres JK.

Menurutnya, hal tersebut dinilainya membawa JK dapat diterima semua kalangan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri memberikan penghargaan berupa Pedang Pora kepada Wapres JK atas jasa-jasanya selama ini.

“Beliau juga aktif dalam DMI (Dewan Masjid Indonesoa]n yang ngurus masjid di Indoensia. Jadi di mana saja diterima. NU jadi kader, di Muhammadiyah beliau tokoh. Termasuk di kalangan garis keras, bisa diterima juga. Meskipun tidak harus satu pendapat,” jelas Jenderal Tito Karnavian.

(Red)

KOMENTAR
Share berita ini :