Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, SH. saat menyalami Personil Satgas Yonif 725/Woroagi yang akan diberangkatkan bertugas ke perbatasan di Provinsi Papua, Kamis (8/11).
Kendari, NewsMetropol – Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, SH. mengingatkan prajurti Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Wrg senantiasa meningkatkan kewaspadaan di daerah penugasan.
“Pahami karakteristik budaya Papua dan kuasai dan pegang teguh protap-protap satuan yang sudah ada, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pengamanan di daerah perbatasan, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan,” tegas Ali Mazi, SH pada saat melepas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari, Kamis (8/11).
Lebih jauh Gubernur yang baru dilantik ini mengingatkan, meskipun situasi perbatasan RI-PNG dalam kondisi aman, namun hal tersebut tidak boleh membuat para prajurit Yonif 725/Woroagi lengah dan terlena, akan tetapi kalian harus tetap waspada, karena sampai saat ini masih banyak yang dikenal dengan nama Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang tetap eksis beroperasi di sepanjang perbatasan Papua.
Oleh karena itu, dirinya mewakili rakyat Sultra berharap selama melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Provinsi Papua, Satgas Yonif 725/Woroagi, selalu waspada serta mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan, keterampilan serta prosedur dan aturan yang sudah diperoleh dalam latihan.
“Sehingga Satgas tetap proporsional terutama dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di medan penugasan,” harapnya.
“Pahami masyarakat Papua yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda dengan kalian. Untuk itu, kenali dan hormati adat istiadat masyarakat setempat, kalaupun ada permasalahan yang timbul, selesaikan secara persuasif dan carikan solusi yang terbaik, agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar,” imbuhnya.
Ali Mazi berharap para prajurit Woroagi melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan tetap menjaga keamanan baik personel maupun materil yang dibawa, serta senantiasa menunjukkan diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang profesional.
“Pegang teguh tugas pokok TNI yaitu menjaga kedaulatan dan integritas bangsa. Untuk itu, sekali lagi saya ingatkan, jangan ragu dalam bertindak apabila hal tersebut sudah menyangkut masalah kedaulatan dan integritas bangsa Indonesia,” tegasnya.
Menurut rencana Satgas Yonif 725/Woroagi yang dipimpin oleh Letkol Inf Hendri Ginting, SIP, akan berlayar menuju Papua dengan menggunakan Kapal KRI Teluk Parigi-539 hari ini Kamis (8/11).
Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG di Provinsi Papua (Irian Jaya) selama kurang lebih 1 Tahun.
Tampak hadir dalam upacara pelepasan itu diantaranya Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, SIK, Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Saleh, Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol Bambang Priyambadha, SIK, Danrem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, S.I.P. Danlanal Kendari, Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna, Danlanud Haluoleo, Kolonel Pnb. Nana Resmana, Kepala Basarnas Kendari Djunaidi, S.Sos, M.M., Kasat Brimobda Sultra Kombes. Pol. R. Kasero Manggolo, S.Sos. SH. MH. M.Si. Para Dandim Jajaran Korem 143/HO, serta segenap perwira Korem 143/HO dan Batalyon 725/Wrg serta ibu Persit KCK Koorcabrem 143/HO
(M. Daksan)
